Ruang Bicara

Adalah kewajaran ketika manusia membutuhkan ruang bicara. Bicara dengan pasangan, teman dekat, keluarga bahkan dirinya sendiri.

Bicara tidak mutlak dengan menggunakan mulut. Tetapi bisa juga bicara dengan kata melalui tulisan. Pikiran manusia jauh lebih banyak isinya dibandingkan yang diucapkan. Continue reading →

Advertisements

Rest In Peace My First Pocket Camera

Well, mungkin artikel ini tidak akan terlalu menarik untuk dibaca tetapi saya tetap akan menuliskannya. Ya, karena ini blog saya jadi ya suka-suka dong ya *minta digaplok hahaha maaf-maaf tetapi bisa dikatakan artikel ini sungguh sangat personal, sebagai tanda perpisahan dengan salah satu sahabat gadget saya *lebay haha, Continue reading →

Sakit Flu Minggu Pertama Tahun Baru

Setelah curcol resolusi tahun baru, niat awalnya akan mencoba menulis setiap hari, tapi niat tinggallah niat *eeaa *gak heran haha 😀

Setelah pesta pora bakar-bakar ikan mengundang keluarga, teman dan tetangga sekitar. Tidak lupa mendengarkan tetangga rasan-rasan (menggunjing-red) tetangga lainnya. Bertemu bantal, guling dan selimut pun akhirnya terlelap.

Ah, pagi hari tak terlalu menarik, bersin-bersin dan kepala pening tidak lupa tenggorokan kering. Flu sepertinya salah alamat.

Ini sudah hari kedua sejak flu salah alamat.

Jahe hangat, perasan jeruk nipis dan madu sepertinya tidak terlalu berfungsi. Begitu pula Tolak Angin maupun dua kapsul jintan hitam. Ah sepertinya obat-obatan kimia diperlukan.

Menyedihkan. Padahal saya harus menyelesaikan sederet pekerjaan. Continue reading →

Selamat Tahun Baru 2018!!

Selamat Tahun Baru 2018!!

yah, alhamdulillah masih bisa melewati 2017 dengan sehat dan bahagia.

seingat saya, kalau tidak salah, saya jarang atau hampir tidak pernah memiliki resolusi karena setiap kali melewati tahun baru, yang saya pikirkan adalah oh, saya masih hidup dan menikmati malam tahun baru ini.

begitu pula tahun ini, yang saya katakan adalah Continue reading →

Antarkan Saja Aku Sampai Tujuan, Pak!



curcol ojek online“Antarkan saja aku sampai tujuan, Pak, jangan ajak ngobrol.” Ingin sekali rasanya mengatakan hal tersebut saat naik ojol (ojek online) – tentunya tidak mungkin. Terkadang aku hanya ingin menikmati perjalanan, melihat padatnya kendaraan atau lamanya lampu merah dan tahu-tahu aku sudah tiba di lokasi tujuan. Apalagi jika sedang banyak pikiran, ngobrol hanya akan membuat tidak nyaman. Continue reading →

Wisata di Pacitan? Tidak Cukup Sehari Menjelajahinya

0 km Pacitan [dok. pribadi]

Pacitan, sejak beberapa tahun terakhir memiliki julukan baru, Paradise of Java. Tidak heran karena memang banyak sekali tempat wisata yang mengandalkan keindahan alam yang ditawarkan.

Saya sendiri, lahir dan besar di Pacitan tepatnya di Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Dan meskipun saya berdarah Pacitan *eaaa tetapi jangan diminta untuk menjadi guide atau pemandu wisata Anda jika ingin mengelilingi kota 1001 Goa ini. Apa sebab? Karena saya sendiri belum pernah menjelajahi seluruh tempat wisata di Pacitan *minta ditonjok batu akik.

Satu hal yang pasti, jika ingin mengelilingi tempat-tempat wisata di Pacitan, sudah bisa dipastikan tidak cukup hanya sehari semalam. Apalagi bagi backpacker, saya sarankan untuk memetakan terlebih dahulu tempat-tempat wisata di Pacitan sehingga jalan-jalan yang dilakukan lebih maksimal. Ingat! Kualitas lebih penting daripada kuantitas, setidaknya ini menurut hemat saya *eaaa.

Budget atau biaya, perlu jadi pertimbangan kemudian waktu dan jarak. Jika hanya memiliki waktu liburan singkat dan ingin mengetahui sekilas tempat-tempat wisata di Pacitan cara paling mudah adalah menikmati suasana wisata di seputaran kota Pacitan. Atau buat daftar tempat-tempat wisata favorit di Pacitan, ini untuk mempermudah ketika memperkirakan waktu kunjungan. Atau yang paling mudah adalah mengunjungi tempat-tempat dengan lokasi yang berdekatan, mudah dan pasti memaksimalkan kunjungan. Misalnya beberapa tempat berikut ini : Continue reading →

Apa kabar?

Apa kabar? how are you? hahaha, iya iya saya sudah terlalu lama hibernasi (baca : malas ngeblog) :). Sudah berbulan-bulan tidak ngeblog di sini atau malah bertahun-tahun? #eeaa *lebay mode on 😀 Tidak ada alasan kenapa lama tidak ngeblog. Bukan bukan tidak ada ide, tetapi malas saja hahaha,

Belakangan saya lebih suka membaca, belakangan saya nyaman membaca e-book. Ada kenyamanan tersendiri, apalagi melalui e-book saya bisa memperoleh buku dengan mudah dan murah (baca : pirate book ataupun buku gratisan) 😀

Jadi, iya itu saja. Semoga setelah ini saya kembali rajin menulis. Mungkin menulis resensi buku, review film atau masakan terbaru menggunakan magic com baru saya? 😀 iya, tidak salah baca, magic com baru, karena magic com lama saya sudah lelah saya paksa untuk memasak macam-macam hahaha. *tetiba curcol

Sudah ya, sekarang pamit beneran 😀

Salam,

D

Emansipasi dalam Pekerjaan Rumah Tangga

“Wanita yang memasak, mencuci, membersihkan rumah maupun melayani suaminya itu memang sudah kodratnya.”

Suatu malam saya saling mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp dengan salah satu teman masa SD. Awalnya percakapan yang kami lakukan masih bertanya seputar kabar maupun pekerjaan dan lokasi masing-masing. Hingga awalnya membicarakan beberapa teman seangkatan yang sudah menikah. Obrolan yang awalnya menyenangkan kemudian berubah menjadi semacam perdebatan.

Iya, saya tidak setuju dengan apa yang dia katakan mengenai perempuan yang melayani suami, sudah menjadi kodratnya. Bukan, bukan berarti saya tidak setuju dengan wanita yang melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun yang saya garis bawahi di sini adalah kata kodrat itu sendiri. Continue reading →