Fenomena Curhat Massal di Radio


Acara radio bermacam-macam, salah satunya program curhat (curahan hati). Tiap-tiap radio sering memberikan atau mempunyai acara jenis tersebut. Dan biasanya acara ini memiliki banyak penggemar. Dibuktikan di setiap minggunya banyak pemirsa atau pendengar yang menyatakan perasaan dalam artian curhat kepada penyiarnya. Kemudian penyiar memberikan solusi ataupun pendapatnya. Selanjutnya para pendengar lain memberikan komentar, kritikan dan juga saran. Terkadang hasilnya juga memberikan dampak bagi “si pelaku curhat”. Hal ini dilihat pada kesempatan berikutnya tak jarang “si pelaku” yang sebelumnya curhat, dia menghubungi kembali acara tersebut baik melalui telephone maupun email untuk sekedar memberi informasi mengenai hasil atau follow up dari curhat sebelumnya.

Ada beberapa hal yang bisa dilihat dari fenomena “curhat massal” tersebut.

Pertama, curhat identik dengan cerita kepada orang lain. Berbagi permasalahan dengan orang lain untuk sekedar mengurangi beban pikiran. Tidak selalu orang yang cerita menginginkan solusi karena kadang hanya ingin berbagi untuk mengurangi beban pikirannya. Namun pada kasus ini media cuhat adalah program acara di stasiun radio yang didengarkan oleh banyak orang. Perlu keberanian sebenarnya untuk mengungkapkan rahasia maupun cerita. Dan di sini dapat kita lihat banyak yang terbuka dengan cerita-cerita pribadinyanya. Ada cerita tentang ditinggal pacarnya yang selingkuh dengan sahabatnya, ada cerita tentang hubungan dengan pria beristri, ada cerita tentang pacaran yang tidak disetujui oleh orang tuanya, bahkan cerita tentang kejujuran seorang gay.

Kedua, cerita-cerita yang disampaikan “si pelaku” telah membawa atau memberikan pelajaran kepada pendengar yang lain, karena bisa saja cerita yang disampaikan ternyata juga sama dialami oleh pendengar yang lain. Karena banyak juga yang memberikan komentar bahwa dia juga pernah mengalami hal yang sama.

Pada dasarnya fenomena curhat massal tidak membawa kerugian tetapi keuntungan untuk pendengar maupun penyiarnya karena banyak cerita berarti banyak pengalaman yang didengar juga. Meski mungkin membawa sedikit permasalahan lain bagi penyiarnya. Kenapa? Mungkin ada pendengar yang usil dengan mengarang cerita palsu   (tetapi biasanya ketahuan🙂 ), jika tidak ceritanya modelnya sama dengan yang lain, kalau tidak si penyiar sendiri juga memiliki masalah (penyiar juga manusia biasa, pasti memiliki masalah :-)), ironis memang, memberikan solusi untuk masalah orang lain tetapi dia sendiri memiliki masalah sendiri yang mungkin telah membuat pribadi si penyiar tersebut sedikit gelisah🙂, tetapi kembali  lagi bahwa penyiar juga manusia yang juga memiliki permasalahan namun mereka menyikapi permasalahan dengan cara berbeda.

Penulis pernah ngobrol atau istilahnya wawancara dengan seorang pakar kejiwaan atau dokter yang mengetahui masalah kejiawaan. Ternyata ketika kita memiliki masalah kemudian merasa cemas, gelisah, depresi, susah tidur, perubahan sikap yang awalnya ceria jadi pendiam, yang awalnya santun jadi emosian dan masih banyak perubahan sikap lain termasuk gangguan jiwa. Gangguan jiwa sering diidentikkan dengan gila padahal menurut dr . tersebut (dr. Warih Andan Puspitasari, SpKJ) gangguan jiwa tidak hanya gila. Tetapi ketika kita cemas, susah tidur itu sudah termasuk gangguan jiwa.

Untuk menyikapi masalah gangguan jiwa ringan tersebut menurut dr. Warih salah satunya melalui cerita dengan orang lain, karena hal ini dapat mengurangi beban pikiran bahkan mungkin dapat memberikan solusi dari masalah tersebut.

Dari pendapat pakar tersebut dan dengan melihat fakta dari para pelaku curhat serta para pendengar dapat dikatakan bahwa acara curhat di radio-radio telah membawa dampak positif bagi masalah orang lain bahkan mungkin masalah kejiwaan (agak lebay :-D). Jika dipikir mungkin memang benar, terkadang ketika kita memiliki masalah, kita merasa masalah kita adalah yang terberat, padahal di luar sana banyak orang lain yang memiliki masalah yang lebih berat. Dengan mendengar cerita-cerita orang lain paling tidak dapat mengerti, memahami dan melihat bahwa banyak orang lain yang memiliki masalah lebih berat tetapi mereka tetap bisa bertahan, mengapa kita tidak bisa.

Atau paling tidak dengan menceritakan masalah kita kepada orang lain, mereka dapat memberi masukan, karena ibarat kita melihat sebuah kotak dari satu arah, kita mungkin melihat kotak itu berwarna hitam tetapi jika dilihat oleh orang lain bisa saja kotak tersebut berwarna kuning, merah, atau putih. Mengapa?? karena orang lain melihat dari sisi yang berbeda. Begitu juga dengan permasalahan-permasalahan kita. Dengan kita berbagi cerita dengan orang lain bukan tidak mungkin kita akan mendapat masukan dari sisi berbeda sehingga kita pun dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Namun sekali lagi kembali kepada individu masing-masing. Dia termasuk orang yang mau mendengar pendapat orang lain atau tidak. Dia termasuk orang yang terbuka, mau masalahnya didengarkan oleh banyak orang atau tidak. J

Perlu diberikan apresiasi terhadap acara-acara radio dengan format “curhat” tersebut termasuk kepada penyiarnya. Karena telah membantu banyak orang untuk berbagi masalah, berbagi cerita di tengah belasan masalah lain yang mungkin menjadi beban pikiran orang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: