Film Hope, Harapan untuk Indonesia (bag-2)


Inilah komentar saya untuk Film Hope yang sudah saya singgung pada tulisan sebelumnya.

Diawali pada bagian pertama, ketika masyarakat bingung dengan parpol apa yang akan dipilihnya, kemudian memilih untuk golput (golongan putih) alias tidak memilih. Itulah kenyataan yang ada dan seringkali itu disalahkan karena masyarakat tidak mengunakan pilihannya. Namun apa daya jika memang masyarakat tidak mau meimilih karena tidak mau sakit hati parpol pilihannya justru menyengsarakan mereka dengan korupsi dan mau menang sendiri.

Dan (lagi-lagi) fakta berbicara bahwa ada masyarakat tertentu yang membela mati-matian partainya sampai-sampai berani mati untuk partainya. Bahkan terkadang menjelek-jelekkan partai lain (terkadang menimbulkan konflik).

Pada bagian pertama itu juga ditampilkan ketika banyak masyarakat yang meminta ‘amplop’ pada partai-partai baru pada saat itu (pemilu 2004)-> fakta pada saat itu dan saat ini🙂

Bagaimana dengan bagian kedua? terkait kaum minoritas di Indonesia. Faktanya selama 32 tahun saudara-saudara kita tidak bisa memainkan barongsai. Tidak itu saja seringkali mereka di marjinalkan bahkan sampai sekarang meskipun sekarang (hampir) tidak ada.

Namun justru mereka membangggakan bangsa Indonesia di dunia Internasional. Itulah yang banyak terjadi seringkali orang Indonesia tidak dihargai di negerinya tetapi justrus membawa nama harum Indonesia di luar negeri, bahkan mereka seringkali mendapatkan keistimewaan di sana (luar negeri). Ironis tetapi (lagi-lagi fakta).

Bagian ketiga, dengan menampilkan dua sosok anak muda yang diwakili oleh Pandji Pragiwaksono (rapper, presenter, yang mempopulerkan Indonesia Unite) dan Otong (vokalis grup band KOIL).

Mereka melihat Indonesia dengan sudut pandang yang berbeda. Pandji misalnya, kelihatan sekali bagaimana dia menginginkan seluruh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk tidak banyak menuntut perubahan di Indonesia melainkan menciptakan perubahan itu sendiri.

Dia sedikit menyinggung aksi mahasiswa saat ini (demonstrasi) yang berbeda pada saat aksi 1998 lalu. Dimana pada saat itu aksi mahasiswa berhasil menggulingkan rezim Orde Baru. Tetapi sekarang aksi mahasiswa hanya sebagian kecil dan seringkali membawa atribut organisasinya lebih besar dari bendera Indonesia itu sendiri. Sehingga dia mempertanyakan mereka demo untuk memperjuangkan nasib rakyat Indonesia apa mempromosikan organisasinya.

Melihat Film Hope akan meningatkan kita tentang apa saja yang sudah kita lakukan untuk negeri ini. Seringkali orang menuntut adanya perubahan di Indnesia. Tetapi dia sendiri tidak melakukan perubahan itu. Contoh sederhana, banyak sampah di jalan, dengan kata lain banyak sampah dibuang sembarang, kemudian orang itu berkomentar ih sampahnya banyak banget, kok gak dibersihin sich. Atau berkomentar pemerintah ini ngapain aja kok sampah menggunung begini dibiarin. Tetapi setelah mengatakan itu orang tersebut sama halnya dengan banyak orang yaitu buang sampah sembarang. lalu apa bedanya dengan orang lain. Akan lebih baik jika dia simpan sampahnya, kemudian ketika ada tempat sampah baru dibuang. Memang mungkin gak terlalu kelihatan karena hanya dia saja yang ‘menimpan’ sampahnya pada saat itu. bayangkan jika semua orang mau ‘menyimpan’ sampahnya kemudian dibuang di tempat sampah.

Selain memudahkan petugas kebersihan bukan tidak mungkin Indonesia akan lebih bersih dan rapi.

Itu hanya contoh kecil, tetapi sebenarnya inti dari melihat film itu, lebih kepada lakukan apa yang kamu bisa untuk negerimu (Indonesia). Ciptakan Perubahan daripada sekedar banyak Menuntut Perubahan. Mungkin film ini perlu dilihat pada orang-orang atau pihak-pihak pemerintah yang terlibat konflik (seringkali karena kepentingan pribadi atau golongan atau kelompok mereka daripada mengutamakan kepentingan masyarakat).

Karena diantara sekitar 200 juta penduduk Indonesia masih banyak yang melakukan banyak hal untuk negerinya, masih banyak yang menyimpan harapan untuk negerinya, masih banyak yang percaya bahwa indonesia akan menjadi bangsa yang besar bebas dari korupsi, kemiskinan, mafia hukum dan lainnya.

Seperti kata Otong Koil, di Indonesia banyak orang-orang hebat. Lalu apa yang sudah anda lakukan untuk negeri ini? Mari kita lakukan bersama-sama, jika bukan kita lalu siapa lagi.🙂

*gambar ambil di google.com*

3 responses

  1. […] bersambung… 0.000000 0.000000 LikeBe the first to like this post. […]

  2. Kalo boleh tahu,,, beli/dapet film hope tu dari mana ya,,, saya kpengen nonton jg…
    terimaksih….
    Mohon infonya saya udh nyari² tapi Gk dapet…

    1. waktu itu saya meononton di kampus, mungkin bisa mencarinya di rental peminjaman dvd film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: