C.I.N.T.A


Bertahan satu cinta, C.I.N.T.A. Itu salah satu judul lagu yang sempet laris dibawakan salah satu band di Indonesia. Entah sekarang mereka masih nyanyi atau eggak😀. Tetapi saya tidak bermaksud berbicara mengenai band yang menyanyikan lagu tersebut. Hanya ingin menuliskan mengenai judul lagu itu, cinta tanpa titik-titik heheh.

Tulisan saya kali ini akan berbicara mengenai cinta. Jiyaaah tumben-tumbenan kan hehehehe,

Ya begitulah…. Sepertiya saya terkotaminasi dengan cerita sahabat-sahabat saya yang sedang jatuh cinta hehehe,

Pada dasarnya ketika berbicara cinta, yang muncul di kepala adalah sebuah rasa yang timbul kepada lawan jenisnya. Cewek ke cowok atau sebaliknya. Padahal cinta tidak sesederhana itu.

Cinta orang tua kepada anaknya, cinta kakak kepada adeknya, cinta terhadap teman dan sahabatnya, cinta suami kepada istrinya.

Lalu apakah cinta itu? Itu juga kurang saya pahami.😀

Cinta seringkali diidentikkan dengan sekuntum mawar merah, sebait puisi, sebuah lagu, petikan gitar, makan malam dengan nyala lilin, dan lainnya.

Definisi cinta bagi setiap orang juga berbeda, seperti halnya cinta yang disampaikan Sapardi Djoko Damono dalam puisinya yang berjudul ‘Aku Ingin’.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..

Puisi ini juga dinyanyikan, silakan search di google😀

Sedangkan cinta menurut saya seperti oksigen. Cinta terhadap orang-orang yang memang saya cintai. Orang tua, kakak, keponakan, sahabat-sahabat saya, kekasih. Aku mencintai mereka tanpa syarat. Seperti halnya oksigen yang selalu kita hirup. Dia tak pernah memilih untuk dihirup manusia yang cantik ataupun tampan. Cacat maupun tidak. Beragama maupun tidak. Heteroseksual maupun homoseksual, laki-laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, bayi maupun dewasa.

Oksigen akan selalu mengikuti siapa saja. Bahkan hingga aliran darahnya pun membutuhkanya begitu juga otak manusia juga membutuhkan oksigen.

Itulah pemahaman cinta menurut saya, tidak seperti api yang jika terlalu besar akan membakar apa saja di sekelilingnya, tidak seperti air atau hujan yang jika terlalu besar malah menimbulkan banjir, atau angin yang jika terlalu besar akan menumbangkan atau merobohkan hal-hal yang ada di sekitarnya.

Cintaku hanyalah seperti oksigen, sifatya tetap, tidak terlalu besar, sedang tetapi tidak berkurang, dia akan megikuti kemanapun manusia itu ada di setiap deyut jantung dan tarikan nafasnya. Itulah cinta menurut kaca mata saya. Bagaimana cinta menurut anda? Silakan temukan sendiri definisi atau pemahamannya bagi anda. Yang jelas cinta itu universal dan setiap makhluk di bumi ini berhak merasakannya begitu juga hewan dan tubuhan.🙂

2 responses

  1. woooww……excellent…..hm….klo cinta menurut saya apa yah?

    1. Weh!!! mb heny berkunjung heheheh,😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: