Bagaimana menjalin komunikasi dengan sahabat pacar atau pasangan anda?


Curhat beberapa teman mendorong saya untuk menuliskan ini, silakan dibaca, semoga membantu, jika tidak berkenan pun tidak mengapa. Setidaknya permasalahan ini seringkila kita temui. Kita sendiri yang mengalaminya. Atau bisa juga teman atau sahabat kita yang mengalaminya, kemudian mereka menceritakan kepada kita. Paling tidak saya hanya sedikit berbagi mengenai pendapat saya terkait permasalahan tersebut🙂

Seringkali pasangan kita (suami, istri, pacar/kekasih, dan lainnya) memiliki sahabat. Bagaimana kita harus bersikap ketika sahabat pasangan kita tersebut sangat dekat dengan pasangan kita. Meskipun pasangan kita sudah meyakinkan kita bahwa hubungan mereka hanya sebatas persahabatan tidak lebih dari itu. Namun tetap timbul kecurigaan maupun kekhawatiran bahkan cemburu buta🙂. Tak jarang suatu hubungan kandas atau penuh konflik dengan alasan kedekatan pasangan dengan sahabatnya. Lalu bagaiman masing-masing harus bersikap?

  • Ada tipe orang yang protektif, biasanya dia akan meminta pasangannya untuk memutus tali silaturahmi dengan teman-temannya atau sahabat-sahabatnya. Jika tipe ini dilakukan bisa jadi di depan kita pasangan kita mengatakan dia sudah tidak berkomunikasi dengan teman-temannya. Tetapi bisa jadi di belakang kita, dia tetap berkomunikasi dengan mereka. Tipe ini sulit dilakukan karena bukan penyelesaian yang diperoleh melainkan masalah baru karena satu sama lain akan timbul kecurigaan.
  • Ada juga tipe diam, maksudnya tidak pernah sekalipun mengatur pasangannya. Dia percaya 100% dengan apa yang dilakukan pasangannya. Tetapi bisa jadi dia diam karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena pertimbangan sikapanya itu adalah tidak mau membuat pasangannya sakit hati tetapi dia sendiri tidak memperhatikan persaannya sendiri. Bisa dilakukan jika anda kuat🙂
  • Ada tipe yang memberikan kebebasan, biasanya tidak pernah mengatur hubungan pasangan dengan sahabat-sahabatnya. Karena posisinya dia juga tidak mau diatur. Namun satu sama lain harus bisa menempatkan posisinya. Bisa menempatkan perasaan masing. Kunci pada tipe ini adalah komunikasi. Komunikasi satu sama lain. Apa yang dilakukan dia bersama sahabat-sahabatnya. Apa yang disampaikan sahabat-sahabatnya satu sama lain. Sehingga satu sama lain tahu dan paham dengan apa yang dilakukan.

Tetapi inti dari menjalin hubungan dengan siapapun, baik dengan teman, pasangan maupun sahabat pasangan kita (baik suami, istri, pacar) adalah menjalin komunikasi dan bisa menempatkan. Bisa menempatkan maksudnya adalah. Ketika kita mengkritik pasangan maupun sahabat pasangan kita, ataupun sahabat-sahabat kita sendiri adalah kita juga harus siap dengan kritikan yang sama. Ketika kita sendiri tidak nyaman dengan masukan ataupun kritikan itu lebih baik dikomunikasikan jangan langsung mengungkapkan kritikan itu satu sama lain. Terlebih jika kritikan disampaikan dengan emosi. Hal itu akan semakin memperburuk suatu hubungan.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Dimana dia akan menjalin komunikasi dengan banyak orang yang berbeda latar belakang termasuk jenis kelamin. Tidak mungkin manusia hanya menjalin komunikasi atau berhubungan dengan satu manusia saja, misalnya dengan pasangannya saja. Pasti akan berhubungan dengan banyak orang.

Jadi pada dasarnya sebelum kita mengatur, mengkritik, memberi masukan ke orang lain, paling tidak tempatkan diri kita, apakah bisa melakukan masukan tersebut. Paling tidak bagaimana perasaan kita terhadap masukan tersebut. Ketika kita merasa tidak nyaman bisa jadi orang lain juga merasa tidak nyaman. Jangan paksakan masukan tersebut hanya untuk memenuhi ambisi kita, emosional kita pribadi. Jika kita melakukannya hanya untuk ambisi pribadi tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bisa jadi kita akan ditinggalkan pasangan kita, bahkan teman-teman kita juga. Karena kita tidak bisa hidup sendiri, manusia akan tergantung satu sama lain.

Selalu jalin komunikasi dengan pasangan kita. Baik komunikasi dengan suami, istri, sahabat pasangan kita, sahabat kita sendiri. Melalui komunikasi paling tidak akan meminimalisir atau menekan tingkat konflik kita dengan pasangan, konflik kita dengan sahabat pasangan kita maupun konflik kita dengan sahabat-sahabat kita sendiri.

Ingat selalu, manusia tidak pernah bisa hidup sendiri, dan kita tidak bisa memaksakan sifat orang lain sama dengan kita, kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk memenuhi semua mau kita. Karena tiap orang memiliki keinginan sendiri. Keinginan tersebut bisa sama dengan kita bisa juga berbeda. Dan kita tidak bisa memaksakan hal itu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: