Peran Ibu dan Budaya Patriarki


tulisan ini juga tulisan lama yang ada juga di kampus.okezone.com pada Juma’at, 24 Desember 2010 

IBU rumah tangga sekaligus sebagai dosen, guru, pengusaha, pemulung, pedagang, sopir, kernet, tukang parkir dan lainnya banyak kita jumpai khususnya di Indonesia yang masih kental dengan budaya patriarki. Mengapa kemudian disinggung mengenai budaya patriarki? Iya, karena di sini seorang wanita khususnya ibu sebagian besar selain bekerja mencari nafkah di luar. Dia tetap memainkan perannya sebagai seorang istri dan juga ibu bagi anak-anaknya.

Setelah bekerja keras di luar, dia tetap membereskan segala keperluan di rumah seperti membersihkan rumah, memasak, mencuci, dan lainnya. Kemudian sangat jarang ditemukan sosok laki-laki dalam hal ini suami yang ikut membantu peran istri yang juga bekerja di luar untuk meringankan pekerjaannya ketika di rumah.

Dari budaya patriarki tak jarang terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sangat jarang suami yang membantu istrinya membersihkan rumah atau sekedar mencuci baju meskipun tidak membantu memasak. Bahkan tak jarang ada suami yang tega membentak istrinya ketika rumah dalam keadaan belum beres. Padahal istrinya tersebut dalam kondisi llelah setelah pulang dari bekerja.

Budaya patriarki saat ini masih memegang peranan dalam sebuah keluarga. Masih banyak dijumpai seorang anak laki-laki yang menolak membantu mencuci piring dengan alasan karena dia laki-laki, seharusnya yang mengerjakan itu semua adalah anak perempuan.

Pemahaman akan ‘pengkotak-kotakan’ peran laki-laki dan perempuan saat ini masih mendarah daging terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang kurang memberikan pemahaman akan kesetaraan akan hak perempuan dan laki-laki. Pemahaman bahwa mencuci bisa dilakukan baik laki-laki atau perempuan, begitu juga dengan memasak, belanja, membersihkan rumah, mengganti popok anaknya, dan lainnya.

Seorang ibu, sekaligus seorang istri sekaligus penyumbang pemasukan keluarga. Itulah yang banyak terjadi di Indonesia. Itu menjadi peranan yang dimainkan seorang ibu. Menjadi penyangga pemasukan bagi kehidupan keluarga sekaligus pengatur segala sesuatu yang berjalan di keluarganya, mengatur rumah tangganya.

Ibu tidak hanya membantu keuangan keluarganya. Ibu juga menjadi pendidik anak-anaknya. Ibu juga seorang istri yang selalu mendampingi suaminya dalam keadaan apapun. Tak jarang seorang ibu rela kurang tidur ketika anak atau suaminya sakit padahal dia harus tetap bekerja di luar maupun di rumahnya.

Selamat hari Ibu. Seorang pendamping suaminya, pendidik anak-anaknya, dan penopang kehidupan maupun kelangsungan keluarganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: