Mama Minta Kirimin Pulsa


‘Ini nomor mama yang baru, sekarang lagi ada di Kantor Polisi. Tolong beliin mama pulsa dulu ya. Nanti mama ganti. Penting!’

Tidak asing dong dengan SMS semacam ini. bahkan gerombolan pelakunya juga sudah ada yang tertangkap. Sejak awal kemunculan SMS ini saya sama sekali tidak percaya bahkan terpengaruh sedikitpun. Mungkin karena awalnya ibu saya tidak memiliki telepon seluler begitu pun ayah saya. Walaupun sekarang beliau berdua telah memiliki telepon seluler🙂.

Tetapi herannya, tetap ada yang tertipu dengan SMS konyol tersebut. Maksudnya kalau darurat pun pasti malah tidak bisa membeli simcard atau nomor baru kan? Yah, tapi mungkin kalau orangnya mudah percaya, ia tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu sehingga ia langsung membalas SMS atau bahkan langsung membelikan pulsa.

SMS konyol tersebut lama-lama tidak memiliki ‘pesona’ lagi. Pasalnya bunyi SMS tersebut kemudian dijadikan salah satu operator seluler untuk iklan mereka. Sangat kreatif😀

Setelah heboh SMS tersebut memudar, tiba-tiba muncul SMS konyol kali ini bukan pulsa tetapi minta transfer uang di rekening. Dengan bunyi SMS yang seakan-akan sebelumnya telah melakukan transaksi tertentu. Kemudian minta transfer rekening ke nomor tertentu.

Kebetulan saya pun memperolehnya, kemudian mencatatnya. Bunyi SMS seperti ini,

Pengirim : +6283136034834

HP aq ketinggalan di rmh, tolong uangnya di krm aja bank BNI Rek 0212-7217-83 a/n DONO HERMAWAN, klu sdh,sms aja di nmrq yg satunya di 085282428189,entar aq tlpn.

SMS tersebut dikirimkan tanggal 03/11/2011 05:25:08

Jam pengirimannya pun, tidak main-main. Sangat pagi🙂. Hal ini dilakukan mungkin untuk ‘membidik’ psikologis seseorang ketika baru bangun tidur. Orang kalau baru bangun tidur pasti antara sadar dan tidak. Kemudian ada beberapa orang yang bisa melakukan transfer uang melalui Mobile Banking ataupun Internet Banking. Nah, bisa jadi ini alasan orang tersebut mengapa mengirimkan SMS tersebut pagi-pagi.

Tentu saja SMS tersebut saya diamkan. Sama sekali tidak saya balas melalui SMS maupun berusaha missed called. Belum hilang keheranan dan kebingungan saya dengan SMS tersebut, hari berikutnya saya memperoleh SMS dengan isi yang hampir sama, yaitu

Pengirim : +6282191630025

Tolong uangnya di Trannsfer saja ke Bank BRI An. RINAWATI DEWI 1152,0100,3693,505, kalau sudah di Transfer sms saja, Terima Kasih

Kalau SMS yang kedua dikirim tanggal 04/11/2011 15:15:04

Tetapi ada sedikit perbedaan antara dua SMS tersebut, SMS terakhir jauh lebih mengenal sopan santun, karena menggunakan ucapan terimakasih🙂

Saya kemudian berfikir, mengapa SMS-SMS konyol seakan-akan seperti tidak ada habisnya. Selalu muncul dengan versi yang berbeda. Kalau SMS iklan yang menawarkaan pinjaman atau kredit bahkan menawarkaan barang atau menyampaikan informasi mengenai suatu kegiatan. Saya tidak masalah. Karena mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan usaha mereka. Tetapi penipuan dengan SMS konyol. Aah, bisa juga ini dikatakan sebagai meningkatkan usaha mereka juga. Tetap usaha untuk menipu.

Saat biaya sekali SMS masih Rp 350,- seingat saya, sangat jarang SMS-SMS konyol semacam ini. Sekarang bahkan ada macam SMS hoax cara mencegah kanker, menginformasikan radiasi telepon seluler, bahkan iklan jualan duriaan pun ada.

Saat ini memang banyak provider yang memberikan fasilitas SMS murah bahkan gratis. Hal ini membuat orang memiliki banyak nomor bahkan ganti-ganti nomor seluler. Mungkin karena saking mudahnya berganti nomor seluler membuat orang sedikit kreatif melakukan upaya untung-untungan untuk melakukan penipuan.

Terkadang para penipu tersebut melakukan sebuah upaya hipnosis atau lebih dikenal dengan hipnotis. Misalnya dengan menelepon calon korban. Biasanya yang paling mudah terkena hipnosis ini adalah tipe-tipe orang yang belajar dengan lebih senang mendengarkan. Ia akan lebih cepat terhipnosis. Tetapi kalau model SMS seharusnya mudah dikenali bahwa SMS tersebut adalah bohong.

Lagi-lagi saya kemudian berfikir, apakah mudahnya dan murahnya pengisian pulsa juga berpengaruh. Pasalnya teman saya yang saat ini tengah kuliah di Taiwan mengatakan bahwasanya di sana (Taiwan) untuk membeli pulsa, minimal adalah Rp 90.000,- bandingkan di Indonesia Rp 5000,- pun sudah bisa membeli pulsa. Belum lagi biaya SMS dan telp yang cukup murah. Dan di sana (Taiwan) untuk mengirimkan SMS bisa mengeluarkan Rp 1.500,- setiap SMS.

Apakah saya terlalu serius mengenai SMS Mama tersebut? Entahlah, yang jelas semakin mudah dan murahnya kita melakukan transaksi telekomunikasi alangkah baiknya kita mewaspadai segala sesuatu yang bisa terjadi. Termasuk penipuan.

Mau tidak mau kita harus mengantisipasi hal ini, membentengi diri sendiri. Pasalnya kita tidak bisa bergantung dengan pemerintah yang terkadang lambat dalam bertindak dan mengantisipasi segala sesuatu. Lebih baik kita menjaga diri sendiri.

Dan buat Mama, maaf ya Ma, tidak bisa kirimin pulsa. Soalnya, Aku gak punya pulsaaaa,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: