Ceritaku #3 – Ibu dan Pizza


Hari Sabtu (24/12/2011) malam Ibukku dan dua orang kakakku datang ke Jogja. Tentu saja bersama keponakanku yang tengil seperti aku #eh heheh,. Ibukku ke Jogja nengokin salah satu cucunya yaitu anak dari kakakku yang cowok, dan tentu saja nengokin aku dong hahah,

Tapi ibukku hanya semalam di Jogja, Minggu sorenya harus balik lagi ke rumah, karena bapakku tidak ikutan jadi kasihan kalau ditinggal kelamaan hehe, Tapi juga karena kedua kakaku cewek yang ikut, di hari Senin nya tidak libur seperti yang lain. Mereka harus bekerja, kalau ibukku dan keponakanku si lagi dapat jatah libur dua minggu, soalnya ibukku guru SD sedang ponakanku baru kelas III SD, jadi sebenarnya mereka libur.

Terus ini mau cerita apa sebenarnya? Lamaaa, muter-muter terus….

Heheh, iye-iye…

Jadi karena hanya sebentar di Jogja, setelah Sabtu malam, ibukku ke tempat masku dengan maksud nengokin keponakanku yang satu lagi hehe, terus hari Minggu sejak jam 09.00 pagi kita sudah keluar dari kost ku. Kemana tujuannya? Tentu saja Malioboro. Mereka mau belanja kain batik, tas, dll, kata mbakku, “Mumpung ke Jogja, jadi belanja-belanja”. Aku Cuma manggut-manggut aja.

Yang jelas, tujuan akhir dari perjalanan ke Malioboro kali ini adalah Mall Malioboro. Intinya si ingin mengenalkan makanan yang bernama PIZZA ke ibukku dan ponakanku. Bagi sebagian keluarga mungkin pizza bukan makanan baru, mungkin mereka sering menyantapnya. Tetapi bagi keluargaku terutama ibukku itu merupakan hal baru. Aku dan kakakku mungkin sudah sering makan makanan ‘asing’ itu. Tapi ibukku hanya mengenalnya melalui ‘kotak ajaib’ alias televisi.

Nah, misi kli ini adalah mengenalkan makanan tersebut. Setidaknya biar kenal dan merasakan tentu saja biar tidak penasaran dengan rasa makanan yang kalau di tipi kelihatan enak banget hehe, Singkat kata, setelah hilir mudik mencari eeaa, disertai derasnya hujan yang mengguyur ehem hehe, sampailah kita di Mall Malioboro.

Nah, begitu sampai di sana, kita langsung menuju ke lokasi makanan, kalau tau Mall Malioboro pasti taulah tempat mana yang dituju, terutama yang menyediakan pizza hehe,. Tapi aku baru ingat, kalau ibukku kesulitan jika menggunakan tangga berjalan alias eskalator. Padahal di Mall aku kesulitan menemukan lift ataupun tangga manual hehe. Jadi mau tidak mau ibukku harus menggunakan tangga berjalan itu.

Wow! Di sinilah perjuangannya hehe, aku memegangi ibukku dari samping, sedangkan kakakku menjaga ibukku dari belakang. Jaga-jaga kalau-kalau ibukku tidak bisa menjaga keseimbangan. Padahal untuk ke lokasi setidaknya harus menggunakan tangga berjalan selama dua atau tiga kali. Jadi ya lumayan riweh heheh, yang jelas, selama menggunakan tangga berjalan itu, tangan ibukku dingiiiin banget, semoga beliau tidak trauma naik eskalator hehe,

Sekarang sampailah di lokasi, aku dan kakakku sepakat untuk memesan yang paket, bukannya apa-apa, biar pesan dengan berbagai varian rasa, selain itu bisa pesan nasi dan juga pasta. Jaga-jaga kalau-kalau ibukku tidak berselera dengan pizza dan lebih memilih nasi atau pasta. Aku juga memesan salad sayur. Pokoknya biar semua merasakan hehe,

Pikirku, ‘’Gaya bener kami saat itu, pesan dengan begitu banyak makanan, hehe..” Tak disangka ibukku menyukai salad sayurnya, beliau bilang, “Enak, jagungnya manis,”. Tapi setelah nasi datang dan juga pasta datang. Sebelumnya perlu diketahui, nasi yang kami pesan itu adalah nasi panggang. Dan komentar ibukku atas nasi panggang itu, “Iki jenenge sega uleng” atau dalam bahasa Indonesia, “Ini namanya nasi campur,”. Karena nasi tersebut adalah nasi yang dicampur dengan sayur dan kaldu. Ponakanku bilang, “Segane dicampur bumbu mie (menyebut salah satu merk mie instan)” dan ibukku menyetujui pendapat cucunya itu.

Ngakaklah aku hehe, tetapi begitu merasakan nasi panggang tersebut emm aku lebih suka makan nasi bakar atau nasi uduk, nasi kuning daripada nasi panggang itu hehe, Komentar ibukku untuk pastanya adalah, “Bumbune rung campur,” atau “Bumbunya belum campur,” ujarnya.

Bagaimana dengan pizza nya, emm ibukku tidak bersedia memakannya walau cuma satu potong. Tapi aku berhasil memintanya untuk merasakannya walau cuma secuil heheh, dan komentarnya adalah jeng jeng jeng hahahahahah,

Gene, gur koyo ngene rasane,” atau “Ternyata, hanya seperti ini rasanya,” mungkin sebagai respon atas iklan yang beliau lihat di tipi heheh, dan aku pun menyambung ucapan beliau,” Sik penting wis ngrasakne, atau “Yang penting sudah pernah merasakan,” dan beliau pun tersenyum.

Hanya dua yang dipuji enak oleh ibukku yaitu salad sayur dan minumnya. Lainnya emm seperti yang telah aku ceritakan heheh,  tentang liburan, Ini Ceritaku, apa Ceritamu?? Eeaaa heheh,

Di kamar kost, istirahat karena capek jalan-jalan

26 Desember 2011

diankp🙂

3 responses

  1. Horeeee! nulis lagi! jempol empat daaaah,😀 Komentar lain nyusul :)) aq mau merayakan kedatangan tulisan ini dulu #apaseeeh

    1. huahahahahahahah,
      apa-apan ini heheheh,
      kan masih belajar nulis mbak😀

  2. wakakakaka, ngakak..orang tua memang seperti itu *manggut- manggut*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: