Janji manismu, pahit bagiku


Kau sudah berjanji untuk menikahiku tetapi mengapa kau justru menikah dengan perempuan itu di tanggal yang telah kau janjiikan padaku untuk melamarku. Bahkan konsep acara pernikahanmu sama dengan konsep yang pernah kukatakan padamu. Dan tega-teganya kau ceritakan hal iini padaku, padahal kau akan menikah dengan permpuan itu.

Setahun yang lalu, kau berjanji akan melamarku dalam jangka waktu dua bulan lagi akan melamarku. Kau pun telah berjanji pada orang tuaku. Tetapi tega-teganya kau meninggalkanku dengan alasan yang tak bisa kuterima begitu saja. Kalau kau hanya berjanji padaku, mungkin takk terlalu menganggu.

Tetapi kau telah menyakiti hati orang tuaku. Tega-teganya kau padaku. Padahal saat aku masih menjadi kekasihmu, tak pernah sedikitpun aku menduakanmu. Justru kau yang lebih sering menduakanku. Karena aku selalu merasakan itu, dan selalu mengetahui hal itu meski kau berusaha menutupi.

Setiap aku tahu, kau pun berjanji tak akan mengulangi. Dan di setiap janjimu, aku pun selalu saja mau menerimamu. Entah mengapa aku tak bisa membencimu. Padahal hati ini tak tergambar betapa perih dan sakitnya.

Sering kau menduakanku, sering pula kau kembali padaku. Aku seakan menjadi garasi bagimu. Setelah mampir di ‘halte-halte’ di berbagai tempat kau pun kembali ke ‘garasi’ untuk mengistirahatkan hatimu. Tetapi sekarang kau benar-benar meniggalkanku….

ps. cerita seorang teman, semoga tak marah karena kutuliskan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: