Soto Angkring : Cita Rasa Berbeda dari Soto Ayam


Selasa, 06 Maret 2012 Sepulang dari pergi ke beberapa tempat saya memutuskan untuk mampir ke sebuah warung makan. Kebetulan saya diajak teman saya untuk makan ke sebuah warung sekalian dia ingin bertemu dengan pemiliknya untuk menawarkan sebuah penawaran *menawarkan sebuah penawaran??yasudahlah pokoknya itu hehe,

Nama tempat makan tersebut adalah ‘Soto Angkring Mas Boed’ lokasinya berada di Jl. AMPTA 261 A Yogyakarta. Kata teman saya tersebut rasanya lumayan dan harganya cukup murah yaitu Rp 3500,- per mangkuknya.

Rp 3500,- per mangkuk? Begitulah🙂 tetapi jangan dibayangkan, mangkuknya besar. Mangkuknya hanya sebesar mangkuk wedang ronde atau mungkin agak besar sedikit. Yah, hanya sebesar itu saja hehe,

Akhirnya kami memesan dua porsi soto tentu saja untuk saya dan teman saya. Sayangnya saya tidak membawa kamera sehingga tidak bisa mendokumentasikan bagaimana bentuk dan rupa soto tersebut.

Saat itu cuaca mendung dan hampir hujan sehingga sangat pas untuk makan soto panas-panas. Benar saja setelah soto diantarkan hujan pun turun dengan derasnya hehe. Okey, sekarang bagaimana dengan rasa soto tersebut? Apa yang membedakannya dengan soto lainnya?

Pertama kali saat menerima soto tersebut, saya rasakan kuahnya, kuahnya keruh dan ternyata rasanya ada rasa manis dan gurih. Mungkin karena saya memesan tidak memakai vetsin sehingga kurang asin. Tetapi jangan khawatir di meja telah disediakan garam yang bisa kita taburkan.

Rasa selanjutnya yang menonjol adalah rasa merica. Sangat pas untuk yang lagi terkena flu hehe. Hal yang membedakan dengan soto lainnya adalah jika soto ayam lainnya daging ayamnya hampir pasti digoreng maka soto ini tidak. Ayamnya seperti pada soto daging sapi yaitu tidak digoreng. Soal rasa lagi-lagi tergantung lidah yang merasakannya. Tetapi jika menyukai menu soto, soto yang satu ini pantas untuk dicoba. Setidaknya dapat menambah perbendaharaan soto-soto yang pernah dirasakan hehe,

Soal harga yang relatif lebih miring dibandingkan soto-soto lainnya yang biasanya semangkuknya rata-rata Rp 5000,- Kemudian pada ‘Soto Angkring Mas Boed’ tersebut dijual seharga Rp 3500,- hanya sebagai strategi. Pasalnya harga-harga makanan pelengkap lainnya yang di atas standar. Seperti perkedel dan tempe goreng di tempat tersebut dihargai masing-masing Rp 1000,- Kemudian sate, sate apapun baik ayam maupun keong masing-masing dihargai dengan Rp 2500,- Untuk urusan minum sepertinya standar karena teh panas saya beli dengan harga Rp 1500,-

Mungkin lain kali saya perlu kesana lagi untuk mengambil fotonya. Sehingga tidak penasaran bagaimana perwajahan ‘Soto Angkring Mas Boed’ tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: