Memberikan Bunga : Tanda Cinta atau Rayuan Gombal??


Memberikan Bunga : Tanda Cinta atau Rayuan Gombal??

Memberikan Bunga : Tanda Cinta atau Rayuan Gombal??

Sejak kapan memberikan bunga dianggap sebagai tanda cinta? Atau jangan-jangan pemberian bunga seorang pasangan sebagai upaya menutupi perselingkuhannya atau rayuan gombal semata??

Aah.. mungkin ini hanya sebagai pikiran saya yang terlalu picik dan cenderung negatif🙂 Yah, atau bisa jadi saya adalah perempuan yang tidak romantis. Bahkan teman dekat err kekasih saya pernah mengatakan kepada saya bahwa pasti saya tidak suka kalau diberikan bunga segar itu, katanya waktu kita berdua melewati sebuah lokasi yang banyak menjual bunga-bunga segar.

Yaah, saat itu saya cuma tertawa sambil mengatakan bahwa harga bunga tersebut pasti lumayan? Dan kekasih saya membenarkannya. Emm, setelah itu saya bilang lebih baik uang nya buat makan. Kita pun tertawa setelah itu. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat itu? Bisa jadi mikir, kalau saya benar-benar tidak romantis hahahaha.

Padahal dia dulu sebelum mengenal saya, katanya pernah memberikan bunga pada seorang perempuan. Lengkapnya cerita tersebut saya (sengaja) lupa hahaha,

Kadang saya berfikir jangan-jangan seseorang berubah menjadi romantis gara-gara ingin menutupi kesalahannya a.k.a selingkuh? Aah, lagi-lagi pikiran ini yang muncul. Bisa jadi saya terlalu banyak terpengaruh artikel-artikel di internet atau media-media yang memberikan ‘tips mengenali pasangan selingkuh’🙂

Entah sejak kapan bunga dijadikan simbol pernyataan cinta. Entah sejak kapan bunga dijadikan simbol tanda sayang. Entah sejak kapan bunga dijadikan tanda penghargaan. Penghargaan? Lihat saja kalau wisuda, banyak yang jualan bunga bukan? Bahkan saya pernah diberitahu seorang teman bahwa ada sebuah universitas di salah satu Fakultasnya, mahasiswanya rela membayar orang untuk memberikan bunga padanya saat wisuda.

Sehingga bunga tersebut menjadi semacam kebanggan. Semakin banyak yang memberi bunga mungkin dianggap sebagai orang yang terkenal kali ya? Semacam ‘pencitraan’. Aah…

Bagi saya , kalau itu palsu mengapa harus dilakukan. Toh, bunga-bunga tersebut nanti juga bakalan layu dan dibuang pada akhirnya. Makanan masih mending jelas efeknya yaitu jadi memiliki energi untuk aktivitas selanjutnya.

Kalau kebanggaan palsu? Nikmatnya hanya sekejab.

Ada yang mengatakan memberikan bunga asli atau bunga hidup tanda bahwa cinta yang diberikan itu asli bukan palsu seperti bunga plastik. Tetapi bukankah bunga plastik malah justru menggambarkan keabadian? Kan plastik susah diuraikan a.k.a busuk? Jadi bukankah lebih baik cinta abadi hehe,

Aaah, jangan-jangan tulisan saya ini hanya sebagai ungkapan rasa iri karena (hampir) tidak pernah memperoleh bunga? Aah, lebih baik uang untuk membelikan bunga dibelikan sebuah buku, itu justru lebih bermanfaat, menurut saya si.

Terkait tanda cinta dan sayang, atau pernyataan cinta dan sayang, dan ungkapan cinta dan sayang menurut saya tidak harus menggunakan bunga. Tidak harus memberikan bunga. Tetapi cukup dengan rasa sayang, kesetiaan, jujur dan tanggung jawab. Itulah cinta!!

Eh, ini merupakan pernyataan saya lho. Anda boleh setuju boleh juga tidak hehe, Emm tapi kalau tetap setuju jika bunga sebagai simbol cinta, sayang, kagum dan bangga, boleh kok, tidak ada ynag melarang. Bisa saja nanti saya jadi suka diberi bunga atau justru malah yang memberi bunga *eh😀 Lihat saja nanti:D

Yogyakarta, 15 Maret 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: