Berbicara tentang Kopi…


Kopi adalah sebuah minuman yang aku hindari walau aku menginginkannya. Tetapi itu tiga tahun lalu. Tiga tahun lalu aku selalu menghindari kopi karena lambungku tidak kuat dengan minuman nikmat tersebut. Nikmat? Iya, karena aku menghindarinya bukan karena aku tidak menyukainya.

Tetapi aku sangat menyukainya. Baru menghirup aromanya saja aku langsung terlena. Terlena dengan aroma yang membuatku mabuk kepayang serasa ingin terbang, okey! Ini berlebihan!

Jika ada seorang teman menawari aku segelas kopi aku pasti menolaknya walau dalam hati aku mau. Tetapi itu adalah tiga tahun yang lalu. Ketika aku pindah ke kost kakak permpuanku, hal tersebut berubah.

Kakakku juga ingin minum kopi tetapi jika berlebihan ia juga tidak kuat. Akhirnya kita membuat kesepakatan bahwa kita akan memulai minum kopi walau hanya kopi instan. Dimulailah petualangan kami mencoba kopi-kopi instan berbagai merk.

Pada awal petualangan kami, segelas kopi selalu diminum untuk berdua. Hal ini dilakukan agar efek dari kopi tersebut tidak berlebihan bagi kami. Lama-lama kebiasaan kami tersebut juga mulai membiasakan perut kami. Kami berdua hampir tidak terpengaruh akan efek kopi yang membuat tidak bisa tidur.

Kami selalu bisa tidur dengan nyenyak. Entah mengapa, bisa jadi karena sugesti. Bapakku kalau tidak bisa tidur justru membuat kopi. Setelah minum kopi, beliau kemudian tertidur. Memang aneh si, tapi aku pun begitu. Ada beberapa merk kopi yang membuatku justru semakin membuat ngantuk dan tidur nyenyak hingga pagi.

Meskipun sudah terbiasa dengan kopi tidak lantas membuat kami membuat ritual setiap pagi harus dimulai dengan kopi. Kami minum kopi kalau hanya ingin saja. kakakku alasannya cukup sederhana, terkadang tidak mau minum kopi karena tidak mau bolak-balik ke kamar mandi. Yah, minum kopi memang membuat seseorang bolak-balik ke kamar mandi karena buang air kecil.

Tetapi saat ini justru aku yang lebih sering minum kopi dibandingkan kakakku. Aku sekarang sering mengunjungi kedai kopi. Dan menyukai kopi kental meskipun tidak sampai kopi yang tanpa gula. Aku pernah mencoba kopi tanpa gula, tetapi ternyata aku kurang menyukainya. Paling suka kopi dicampur susu dan jahe. Asal campuran ketiganya pas, kental dan tidak terlalu manis.

Kopi, terkadang memang bisa membuat seseorang semacam kecanduan. Kalau tidak minum kopi seharian bisa lemas. Kalau pagi tidak minum kopi maka seharian akan mengantuk dan malas beraktifitas. Kalau waktu sahur tidak minum kopi maka puasa seharian tidak kuat dan lainnya.

Kalau aku, tidak minum kopi tidak berdampak apapun. Kalau kebanyakan minum kopi, lambungku yang kena. Bisa kembung dan mual. Maka, setiap aku minum kopi tetap harus didampingi air putih. Hal ini diperlukan agar kerja lambung tidak terlalu berat. Selain itu dengan minum air putih juga mencegah kekurangan cairan. Karena seperti yang telah dibicarakan sebelumnya bahwasanya kopi bisa membuat seseorang sering buang air kecil.

Jika kita membeli kopi di kedai kopi maka rasa kopi yang disajikan disesuaikan dengan barista nya. Jika dalam sebuah kedai kopi tidak dibuat semacam standarisasi segelas kopi yang nikmat maka tiap barista akan menyajikan rasa kopi yang berbeda.

Yah, aku bisa sedikit mengerti tentang hal tersebut. Hal ini disebabkan, seringnya aku membeli kopi di sebuah kedai. Ada beberapa kopi yang aku suka di kopi tersebut. Kebetulan kopi pada sajian pertama, begitu kental sehingga benar-benar semacam iklan yang memiliki tagline, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda” yah, begitulah.

Inilah yang kemudian membuatku memesannya lagi saat datang kedua kalinya di kedai tersebut. Sayangnya, kedai tersebut sepertinya tidak terdapat semacam standarisasi. Hal ini membuat rasa kopi kedua berbeda dengan kopi pertama yang saya beli. Apakah pembeli lain memperhatikan? Entahlah aku kurang tahu soal hal ini. Tetapi bagaimanapun kedai tersebut selalu ramai pengunjung.

Yang aku tahu, banyak orang yang mengawali pagi dengan secangkir atau segelas kopi.

Kalau aku, kadang mengawali pagi dengan kopi tetapi lebih sering dengan susu.

Yogyakarta, 16 Maret 2012

Menulis dengan menikmati susu fermentasi yak*lt

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: