Refleksi Diri


Sering kali kita merasa putus asa, merasa sgala permasalahan yang tengah menimpa kita sangat berat sampai-sampai kewajiban-kewajiban yang mestinya dilakukan malah terabaikan.

Mengeluh, meratapi kesedihan, wajar, manusiawi, karena manusia tak ada yang sempurna. Tetapi apakah harus selalu bersedih, menangis, cemberut, putus asa? Masalah juga gak akan selesai klo kita putus asa.

Pernahkah berfikir tentang orang-orang di luar sana. Pak tua pengayuh becak, mas penjual koran yang cacat kakinya, siswa Sekolah Luar Biasa yang semangat pergi ke sekolahnya, pengamen yang cacat penglihatannya, adek pemulung yang gak bisa sekolah.

Pernahkah sedikit kita berpaling, sedikit berfikir, mereka yang istilahnya memiliki keterbatasan, tetapi mereka semangat untuk melanjutkan hidup. Mungkin kita akan langsung berfikir, itu kan mereka, bukannya aku, nasib orang kan beda-beda.

Tapi bukan itu, nasib orang emang berbeda, tetapi yang perlu kita cermati adalah mereka memiliki keterbatasan baik fisik maupun materi. Kenapa kita yang diberikan organ-organ lengkap baik mata, tangan, hidung, kaki, telinga, mulut, sistem pencernaan yang normal, kedua orang tua yang lengkap, punya kakak dan adek, punya sahabat, masih bisa sekolah, kuliah, punya HP, PC, note book, motor, tetapi selalu mengeluh pada setiap masalah.

Dengan sgala keterbatasan aja mereka bisa untuk menjalani hidup, menikmati hidup, kenapa kita tidak bisa??



ps. tulisan ini sebelumnya di posting di facebook🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: