Apa yang sudah kau berikan kepada Orang Tuamu?


Bayarlah prihatin orang tuamu dengan baktimu. Akan ada keajaiban untukmu. (@DeniHoki )

Kutipan di atas sebenarnya adalah SMS yang dikirimkan ke nomor hape saya. Orang yang mengirimkan SMS tersebut adalah yang memiliki akun twitter @DeniHoki. Sebuah SMS yang memang mengingatkan saya tentang apa yang sudah saya lakukan untuk orang tua saya.

Hingga usia saya di dunia ini sudah tidak bisa dibilang remaja lagi tetapi belum banyak hal yang saya lakukan untuk kedua orang tua saya. Padahal usia semakin bertambah namun jatah di dunia semakin habis. Hanya Sang Maha Pencipta yang mengetahui jatah siapa yang pertama datang.

Aaah, kali ini saya sepertinya agak susah untuk tidak menulis serius🙂 Pasalnya memang belum banyak yang saya lakukan untuk kedua orang tua saya. Sementara ini hanya sekedar berusaha selalu berbakti karena materi saya belum bisa lepas sepenuhnya.

Terkait dengan SMS tersebut, memang tidak akan lepas bagaimana kita melakukan sedekah kepada orang tua kita. Sedekah? Kepada orang tua? yups. Memang kita sudah mengenal sedekah dengan baik hanya saja tidak sedikit orang menyadari bahwa kita sebenarnya wajib melakukan sedekah kepada orang tua kita.

Meskipun orang tua kita termasuk masih memiliki penghasilan namun kita tetap wajib memberikan sebagian penghasilan kita untuk beliau. Meskipun penghasilan kita tidak lebih banyak daripada orang tua kita namun sebaiknya kita berbagi minimal membelikan sarung untuk bapak, jilbab untuk ibuk, pulsa untuk mengisi nomor hape mereka dan lainnya.

Percayalah, jika diniatkan menjadi sedekah itu akan semakin memperlancar apa yang sedang kita lakukan. Misalnya pekerjaan, kesahatan dan lainnya. Istilahnya tanpa kita memberikan sesuatu kepada orang tua kita saja, mereka berdua tetap mendoakan kita, demi kelancaran rezeki, kesehatan, keselamatan dan lainnya. Apalagi jika kita selalu memberikan sebagian rezeki kita untuk mereka? Tentu akan semakin mendekatkan kita dengan keduanya. Semakin membuat bangga keduanya. Tidak mungkin tidak.

Apa yang kita berikan kepada orang tua kita tidak akan mampu mengganti apa yang sudah diberikan kepada kita. Separohnya pun tidak akan bisa. Berapa bulan kita berada dalam kandungan ibu? berapa tahun kita memperoleh makanan dari ASI, berapa tahun kita dimandikan ibu, berapa tahun kita diantar dan dijemput bapak dari sekolah, berapa tahun kita mengompol, berapa tahun baju kita dicucikan dan disetrika oleh kedduanya, berapa lama kita tidur harus dikelonin.

Berapa banyak uang yang dikeluarkan orang tua kita untuk makan, minum, sekolah kita, jajan, main, membeli pakaian, jalan-jalan. Sama sekali keduanya tidak pernah memperhitungkannya. Sekarang setelah kita sudah memiliki penghasilan mengapa kita justru berhitung untuk membahagiakan keduanya.

Tulisan ini sebenarnya merupakan refleksi bagi saya untuk selalu berusaha membahagiakan kedua orang tua dengan kemampuan saya saat ini.

Kita hidup sekali, mati pun sekali. Tidak ada yang pernah tahu kapan kita mati. Maka apa yang sudah kau berikan kepada orang tua kita hingga kini? Aaah, ingin rasanya menangis…

Yogyakarta, 12 Juni 2012

*edisi kangen*

4 responses

  1. huaaa…. bikin kangen ma bpk ibuku.. bener loh Mb, ibu ku tuh ditelp aja udah seneng banget.. btw, beliin pulsa ide bagus;).. like this post…
    ^__^

    1. hahahah,
      bener kok, perhatian kecil kita kadang udah bisa bikin seneng beliau-beliau lho🙂

  2. minimal kita kirimkan doa..🙂

    1. hohoho, sepakaaat!!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: