Diskusi Bareng Azrul Ananda


diskusi bareng Azrul Ananda

diskusi bareng Azrul Ananda

Seperti janji saya sebelumnya di sini, bahwa saya akan menceritakan mengenai diskusi yang saya ikuti dengan menghadirkan Azrul Ananda.

Sebelumnya mohon maaf karena terlalu lama, saya tidak menuliskannya. Bukan tanpa sebab karena saya sedikit lupa meletakkan dimana catatan mengenai diskusi tersebut hehe,

Diskusi tersebut diadakan di UGM, dan gratis. Hanya perlu melakukan pendaftaran melalui SMS maka nanti akan memperoleh tiketnya yang dikirimkan melalui email. Saat ditawari pertama kali tentu saja saya mengiyakannya. Ilmu bermanfaat dan diberikan secara gratis mengapa disia-siakan. Betul tidak? *gaya bicara Aa’ Gym*🙂

Waktu itu saya sudah cukup khawatir akan datang terlambat karena acara dimulai pukul 09.00 dan saya masih dalam perjalanan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya Dahlan Iskan adalah orang yang tepat waktu dan saya rasa Azrul Ananda pun demikian.

Apa hubungannya Dahlan Iskan dan Azrul Ananda? Maaf-maaf kalau sebelumnya belum tahu, tapi mungkin sudah pada tahu bukan, kalau Azrul Ananda merupakan andak sulung dari Dahlan Iskan.🙂

Tebakan saya meleset karena acara belum dimulai. Namun saat saya melakukan registrasi ulang, saya sempat melirik ke dalam dan ternyata Azrul Ananda sudah datang tetapi pesertanya belum ada setengahnya. Tiba-tiba perasaan saya tidak enak hahahah,

Tepat dugaan saya, akhirnya acara dimulai sekitar jam 10.00 WIB, terang saja tampang Mas Azrul🙂 tampak butek karena sudah cukup lama menunggu. Tapi untungnya peserta kooperatif dan mengikuti saran panitia untuk duduk ke depan. Saya sendiri sejak datang langsung duduk di depan hahahaha,🙂

Akhirnya Presiden Direktur Jawa Pos ini tidak perlu panjang lebar mengutarakan kekesalannya. Kemudian ia pun menceritakan bagaimana ia mempimpin Jawa Pos selama ini. Menurutnya tidak mudah dengan status sebagai anak Dahlan Iskan kemudian melanjutkan posisi ayahnya tersebut. Pasti ia akan memperoleh banyak anggapan bahwa karena ia anak Dahlan Iskan sehingga mudah memperoleh posisi tersebut. Padahal menurutnya ia berusaha dari bawah. Karena ia memulai karir di Jawa Pos juga sebagai reporter.

Intinya adalah sebagai generasi yang meneruskan usaha generasi sebelumnya maka banyak tantangan yang ia peroleh. “Sebagai second generation itu serba susah. Kalau berhasil yang dapat nama (terkenal) bapaknya tapi kalau gagal tentu saja dapat namanya (kesalahan dilimpahkan kepada anak). Dan prinsip saya, sebagai generasi muda maka haruslah mampu mengambil alih dan lebih baik dari generasi sebelumnya,”tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Azrul juga menjelaskan mengenai bahwa selama ini kesuksesan identik berada di Jakarta. Nah, Jawa Pos hadir sebagai koran yang mampu menjadi nomor 1 meskipun tidak berada di Jakarta. “Nomor satu tidak harus di Jakarta, yang paling penting bagaimana mengerjakannya.”jelasnya.

Apa yang dikatakan Azrul memang benar. Saat ini Jawa Pos telah bertahan dan terus tumbuh menjadi koran nomor 1 di Indonesia. Banyak penghargaan yang berhasil diraih. Sebut saja World Young Reader Prize 2011 atau koran terbaik dunia dalam inovasi untuk meraih dan mengembangkan pembaca muda oleh asosiasi penerbit sedunia, WAN-IFRA. Kemudian meriah dua penghargaan di The 11th Asian Media Awards yang diumumkan pada Asia Publish 2012 Konvensi WAN-IFRA yaitu dua desain halaman depan surat kabar se-Asia. Jawa Pos berhasil mengalahkan 650 kompetitor dari media se-Asia Pasifik.

Dan melalui diskusi tersebut saya juga baru mengetahui bahwasanya Jawa Pos memiliki pabrik kertas sendiri, pembangkit listrik sendiri dan tentu saja mencetak koran mereka sendiri. Terkait pabrik kertasnya. Mereka mengolah 600 ton kertas koran per hari untuk didaur ulang. 70 % dari daur ulang kertas tersebut digunakan untuk mencetak koran Jawa Pos sendiri sementara sisanya untuk kompetitor (media-media lain).

Azrul juga mengingatkan bahwa sebagai anak muda harus serius, kreatif dan kerja. “Sebagai anak muda haruslah selalu kreatif, serius dan mengerajakan sesuatu yang bermanfaat. Harus serius sehingga nanti hasilnya adalah keberhasilan.”ujarnya.

Menurutnya jika menginginkan tercapainya sesuatu maka segera dikerjakan. Jangan banyak berfikir. “Kerja, kerja dan kerja.”tegasnya.

Dan satu lagi, saya dapat door price dalam acara tersebut🙂. Lumayan dapat ilmu, gratis, bisa nanya eh dapat kenang-kenangan.🙂

3 responses

  1. […] susah saya tuliskan di sini  :) 0.000000 0.000000 Share this:TwitterFacebookDiggdownload pdfLike this:LikeBe the first to like […]

  2. SEtuju!!.. sukses ga harus dari jakarta.. baca bukunya pak Hermawan Kartaja(Pak HK) ya dunk, bagus deh ga sekedar marketing loh.. he..he.. soalnya Pak HK bnyk bahas bisnis yg sukses dr Suroboyo.. -blep, hilang Fokus-..
    btw, emang klo kita janjiin postingan selanjutnya ttg tema ttt, maksa diri untuuk update blog terus yak;)

    1. hehe,
      ya begitulah, mau gak mau harus di update, ntar dikirain bohong🙂
      boleh tu rekomendasi bukunya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: