Perbedaan Awal dan Akhir Bulan Ramadhan


Baru kusadari *kek lirik lagu ya :)* ternyata sebentar lagi bulan puasa datang. Marhaban ya Ramadhan atau bisa dipahami sebagai selamat datang bulan ramadhan. Bulan dimana umat Islam dimana akan memperoleh kesempatan memperoleh banyak pahala selama beraktivitas dan melakukan hal-hal bermanfaat selama ia berpuasa. Yups, bulan ramadhan bisa juga dipahami sebagai bulan puasa.

Bersyukur tentu saja inilah yang selalu diucapkan ketika bisa bertemu lagi dengan bulan puasa. Karena bisa jadi setiap puasa yang dilalui merupakan puasa terakhir bagi setiap muslim. Bulan puasa juga akan mendatangkan banyak harapan bagi para pengais rezeki, mungkin akan saya bahas di lain waktu. Untuk kali ini saya akan sedikit menyampaikan apa yang ada di pikiran saya mengenai adanya perbedaan awal bulan dan akhir bulan ramadhan yang seringkali terjadi.

Yups, anda semua *cie sok serius ni tulisan :)* pasti menyadari bahwasanya setiap penentuan awal puasa selalu ada perbedaan. Perbedaan adalah hal yang wajar namun karena saya sempat berdiskusi dengan teman mengenai perbedaan –dalam hal ini saya hanya membahas perbedaan yang terjadi antara awal puasa yang ditentukan Muhammadiyah dan NU- akhirnya kami menemukan sebuah hal yang bisa jadi belum atau tidak banyak yang berfikir hingga ke arah kesimpulan yang kami peroleh dari pembicaraan kami.

Awalnya saya menanyakan kepada teman saya kapan awal puasa dimulai. Kemudian dia menjawab kalau Muhammadiyah telah menentukan awal Ramadhan atau bulan puasa 1433 H pada tanggal 20 Juli 2012. Sementara NU dan atau pemerintah belum diketahui apakah di tanggal yang sama ataukah berbeda.

Kemudian pembicaraan kami terus berlanjut mengapa perbedaan tersebut terus terjadi dan mengapa hanya terjadi pada penentuan awal dan akhir ramadhan yaitu penentuan Idul Fitri serta pada saat Idul Adha. Mengapa di bulan-bulan lain misalnya menentukan tanggal 1 Syuro atau penentuan Isra’ Mi’raj nyaris tidak ada perbedaan.

Perbedaan penentuan awal dan akhir ramadhan antara NU dan Muhammadiyah terjadi karena dua organisasi masyarakat tersebut melakukan penentuan dengan cara yang berbeda. Jika Muhammadiyah menggunakan sistem hisab yaitu penentuan awal bulan dengan perhitungan berdasarkan perhitungan astronomi atau perbintangan. Sementara NU menggunakan rukyat  yaitu melihat tanda alam yaitu bulan (mohon dikoreksi jika pemahaman saya salah).

Nah, yang menjadi pertanyaan kami seperti yang sudah disampaikan tadi mengapa perbedaan itu hanya terjadi pada penentuan awal dan akhir bulan ramadhan saja? mengapa di penentuan awal bulan lainnya seharusnya juga berpotensi terjadi perbedaan. Sederhananya adalah jika NU melihat awal bulan dan akhir bulan ramadhan menggunakan sistem rukyat maka sudah seharusnya sistem tersebut juga dilakukan untuk penentuan bulan-bulan lain. Namun mengapa saat menentukan awal bulan lainnya seperti  1 Muharam, 1 Syuro dan lainnya nyaris tidak terjadi perbedaan? Begitu juga dalam menentukan waktu sholat.

Di sini bukan berarti saya mendukung salah satu ormas tertentu namun saya hanya menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya. Jika anda sekalian lebih mengetahui bagaimana penjelasan yang lebih rinci mungkin bisa dijelaskan kepada saya melalui comment di akhir artikel ini. Bahkan anda bisa juga menyampaikan langsung ke email saya.

Karena bagi saya perbedaan tersebut hanya membingungkan umat yang sebenarnya bisa jadi tidak mengikuti kedua ormas tersebut atau bahkan mengikuti keduanya. Atau bahkan bingung akan mengikuti yang mana. Seharusnya ada kesepakatan yang mempermudah hal tersebut. Dan seharusnya penentuan awal bulan ramadhan tidak menggunakan rapat anggota dewan yang –mungkin- menghabisakan banyak biaya.

Aaah, bisa jadi saya hanya sok tahu tetapi setidaknya saya tetap akan berpuasa meskipun penentuan tanggal tersebut berbeda. Namun akan lebih menyenangkan, menenangkan dan membahagiakan jika kedua ormas tersebut menentukan tanggal yang sama.

Dan di kesempatan ini saya juga ingin mohon maaf, jika seandainya anda sekalian pernah merasa tersinggung atas tulisan-tulisan yang pernah saya tuliskan mohon dimaafkan. Semoga kita akan selalu bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Marhaban ya Ramadhan🙂

 

 

 

2 responses

  1. ehm.. klo menurutku perbedaan ini muncul dari perbedaan dalil yang menjadi dasar hukumnya.. Dan Pr besar bagi umat Islam(termasuk aq ) untuk meningkatkan pemahaman Islam dan tidak semata-mata terjebak pada taklid (buta)..

  2. Reblogged this on Info Puasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: