Perempuan…..


Suatu sore di sebuah minimarket yang jumlahnya semakin menjamur di Indonesia. Aku melihat sesosok perempuan. Perempuan berbaju merah dan bertas coklat, dengan santainya mengeluarkan cermin dari tas mungilnya. Seakan tidak mempedulikan adanya aku di sampingnya dan sosok pria yang duduk di depannya.

Tidak berhenti dengan aksi mengeluarkan cermin. Lima menit kemudian usai menancapkan  charger gadget miliknya, perempuan dengan gelang manik-manik berwarna pink ini lalu mengeluarkan peralatan make up yang dimilikinya. Sebenarnya perempuan ini sudah memakai make up mungkin karena merasa ada yang kurang pas atau kurang sempurna maka ia pun memperbaiki riasan wajahnya. Mulai dari lipstick, blush on, eye shadow dan lainnya.

Setelah merasa sempurna ia tidak beranjak pergi. Sepertinya sedang menunggu teman, sahabat atau pacarnya. Karena setelah itu ia disibukkan dengan gadget yang dimiliki.

Di saat ‘perempuan make up’, begitu aku menjulukinya biar lebih mudah menceritakannya🙂 ternyata pria di depan perempuan tersebut sedang menunggu seseorang, mungkin kekasihnya. Karena selang lima menit kemudian datang seorang perempuan berjilbab coklat. Yang datang sambil tersenyum riang disambut tawa bahagia laki-laki itu. Kupikir akan ada percakapan seru antara keduanya.

Aaah, namun ternyata perempuan berjilbab itu juga tidak jauh beda dengan ‘perempuan make up’. Ia justru mengeluarkan bedak untuk memperbaiki make up wajahnya. Padahal, menurutku make up wajahnya masih sempurna (tebalnya).

Namun perempuan berjilbab itu seperti merasa masih kurang kelihatan putih dengan bedaknya. Karena selanjutnya ia menyapukan sponge atau spons dari bedak padatnya. Menambah lagi tumpukan putih agak kekuningan di kulitnya yang kecoklatan.

Dan apa yang dilakukan perempuan berjilbab lima menit kemudian membuatku sungguh tak habis pikir. Setelah menyapukan kembali bedak di wajahnya, ia lalu menundukkan muka di tangannya. Menenggalamkan mukanya di meja free wifi minimarket ini yang aku tahu debunya luar biasa banyaknya.

Memang benar, setelah ia menelangkupkan mukanya, pria itu lalu mengelus-elus kepala perempuan berjilbab tadi. Lalu apa guna make up yang diperbaikinya lima menit sebelumnya??

Mungkin aku yang terlalu ambil pusing. Aaah perempuan, beda-beda tiap orang. Namun dua perempuan di depanku ini hampir sama. Sangat cinta dengan make up. Aaah, mungkin aku yang berbeda. Perempuan biasa yang lebih suka bercinta dengan netbook merah merona🙂 bukan make up berwarna🙂

3 Oktober 2012 ; 16:31

Di suatu minimarket dengan free wifi nya

🙂

 

 

 

2 responses

  1. huhu.. miris ya mba…

    1. hehehehehehe,
      lumayan dapat pemandangan di saat menikmati internet gratisan hihihi,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: