Resensi Novel Karmila


resensi novel karmilaJudul buku = Karmila
Penulis = Marga T.
Penerbit = Gramedia
Tebal = 432 halaman
Cetakan = Ketujuhbelas, Juli 1998

Setiap pengarang bisa menghadirkan gaya tulisan yang berbeda. Hal ini bisa dipengaruhi usia, profesi utamanya atau profesi sebelumnya, pengalaman dan lainnya. Kata-kata yang digunakan, latar belakang cerita yang dituliskan juga dipengaruhi hal sama. Salah satu penulis yang memasukkan pengalaman sebagai dokter tentu saja Marga T. Salah satu novel karyanya yang fenomenal tentu saja Karmila.

Sebuah novel yang mengisahkan seorang mahasiswa kedokteran yang bernama Karmila. Marga T. mengisahkan bagaimana Karmila yang menjalani hari-harinya bersama orang tua dan adiknya serta kekasihnya yang berada di Australia. Kehidupan yang sewajarnya, normal dan bahagia tiba-tiba terusik dengan sebuah peristiwa.

Suatu malam Karmila mendatangi sebuah pesta setelah dipaksa temannya. Karmila diberi sebuah minuman yang sudah diberi semacam obat oleh Feisal, salah satu orang yang baru ditemuinya di pesta tersebut. Akhirnya terjadilah peristiwa yang mengubah kehidupannya. Karmila yang terkena pengaruh obat, diperkosa Feisal yang sebenarnya anak seorang pejabat. (Hal. 11 – 23)

Lepas dari peristiwa tersebut, Feisal berusaha memohon maaf dengan datang ke rumahnya. Bahkan saat Karmila mengungsi di rumah bibinya, Feisal pun menyusulnya. Namun Karmila tidak bergeming. Hingga akhirnya Karmila hamil. Feisal pun terus berusaha meminta maaf dan bersedia bertanggung jawab atas kehamilan Karmila. (Hal. 61 – 72)

Akhirnya Karmila bersedia dengan semacam perjanjian dimana saat anak tersebut lahir akan diasuh oleh Feisal. Karena Karmila sendiri berencana untuk menyelesaikan studinya. Setelah itu ia akan menyusul kekasihnya, Edo yang berada di Australia. Edo tetap mencintai dan menerima Karmila apa adanya.

Namun rencana tinggallah rencana. Setelah anaknya lahir, Karmila yang awalnya membenci anak tersebut lama kelamaan tidak bisa menginggakari perasaannya sendiri. Hingga saat ia akan pergi ke Australia, anaknya yang diberi nama Fani jatuh sakit dan terus mencari Karmila. Akhirnya Karmila batal ke Australia dan melanjutkan kehidupannya bersama Feisal. Singkat kata, Karmila pun lama-kelamaan mencintai Feisal bahkan hingga memiliki dua anak lagi. Dalam kehidupan rumah tangganya tersebut diwarnai berbagai ujian. Mulai dari kedatangan Edo hingga seorang wanita yang mengaku sebagai anak paman Hamid, pamannya Feisal yang ternyata menipu karena menyukai Feisal.

Novel yang berakhir happy ending ini menggunakan latar kehidupan para dokter, baik yang sedang koas atau sudah menjadi dokter. Sayangnya banyak bahasa kedokteran yang digunakan tidak disertai dengan penjelasan semacam catatan kaki. Misalnya saja luminal, tentamen pathologi, amenorrhoe, camelpo, anamnesa, anemi, spondylitis tuberculosa dan lainnya. Bagi mahasiswa kedokteran yang membaca novel ini tentu tidak akan mengalami kesulitan. Namun bagi pembaca awam, tentu berusaha memahami maksud kata-kata tersebut dengan membaca kata-kata sebelum dan sesudahnya. Meskipun tidak tahu benar-salahnya. Setidaknya penggunaan alur maju pada novel ini memudahkan pembaca untuk mengikuti jalan cerita.

Bagi pembaca saat ini, terutama anak-anak muda penggemar teenleet, membaca novel ini akan terasa berat. Bahasanya yang digunakan cenderung bahasa baku. Meskipun ada juga kata-kata kasar tetapi hanya cenderung umpatan misalnya bangsat, setan, tolol, dan lainnya.
Namun novel ini bisa dikatakan sebagai cerita yang fenomenal karena muncul pertama kali sebagai cerita bersambung di harian Kompas – Karmila I : 6 Juli – 4 Agustus 1970 dan Karmila II : 15 April – 9 Juni 1971. Lalu diterbitkan pertama kali sebagai novel pada Desember 1973 dan menariknya novel ini merupakan terbitan pertama kali Penerbit Gramedia (halaman 9).

Bukti bahwa novel ini fenomenal selain telah mengalami cetakan berkali-kali dan saat ini masih banyak dicari, novel ini juga telah difilmkan pada 1981 dibintangi Tanty Josepha, Robby Sugara, dan Rudy Salam. Kemudian pada tahun 90an disinetronkan dengan dibintangi Paramitha Rusady, Teddy Syah dan Attalarik Syah.

Saya membeli novel ini bekas, bukan baru dan bekas rental serta sudah digerogoti rayap. Dan satu lagi, baunya apek😀. Tetapi menjawab rasa penasaran, karena sebelumnya saya mengetahui Karmila dalam bentuk sinetron, itu pun tidak mengikutinya karena saat itu saya masih kecil😀 Akibatnya saat membaca novel ini, saya membayangkan wajah Karmila dengan wajah Paramitha Rusady, kemudian Feisal ya Teddy Syah dan Edo si Attalarik Syah😀

Over all, novel ini keren! Sangat tepat membantu menambah kosakata, ide menulis, penokohan, gaya bahasa dan lainnya. Tertarik membacanya? Silakan berburu di toko buku bekas atau toko-toko online semacam tokopedia, berniaga, olx, dan lainnya😀

image : goodreads.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: