Menjelang Pilpres 2014


Menjelang Pilpres 2014 tepatnya pada 9 Juli nanti, sejujurnya saya galau mau milih yang mana. What!! iya galau G4L4U!!😀 Sepetinya yang saya tuliskan sebelumnya.

Entahlah, masih kurang sreg dengan masing-masing kandidat. Sebanyak apapun informasi yang saya peroleh dengan memanfaatkan search engine benar-benar belum memuaskan saya. Pasalnya informasi dari berbagai media besar yang ada, kebanyakan terlihat berat sebelah. Terlihat sekali. Ketika mencoba mencari media alternatif, saya juga ragu bagaimana mengetahui kebenarannya.

Ish ish ish…

Belum lagi tiap membaca beberapa media, ada iklan capres dan cawapres yang selalu nongol. Heran juga biaya untuk kampanye para capres ini. Entah uang sendiri maupun sumbangan dari para pendukungnya.

Bicara soal uang sumbangan saya jadi ingat perjuangan teman-teman komunitas yang peduli pendidikan di Indonesia mulai dari CAC, BFM, Hibah Buku, Jendela, Buku untuk Papua dll dimana dalam setiap kegiatan yang dilakukan harus selalu bersusah payah mengumpulkan donasi. Baik uang maupun buku untuk memperlancar program yang dilakukan. Tidak jarang uang sendiri yang dikeluarkan padahal sebagian besar dari mereka belum berpenghasilan tetap.

Ironis, para komunitas ini sudah nyata kinerjanya namun tetap kesulitan untuk memperoleh dukungan. Apa yang dilakukan mereka semata-mata demi masa depan bangsa. Mendidik calon penerus bangsa. Tapi minim dukungan.

Sementara para capres, caleg ini belum pasti kinerjanya namun begitu mudahnya memperoleh dukungan. Aaah uang berbicara…

Sepertinya uneg-uneg saya menjelang pilpres 2014 ini begitu melenceng😀 Mungkin saya harus mengikuti saran cak nun saat memilih presiden nanti. Serahkan semua pada Tuhan. Iya begitulah sarannya. Setiap pilihan ada risiko yang dipertanggungjawabkan. Semua informasi serba abu-abu. Pasti ada yang disembunyikan dibalik segala keunggulan yang ditampilkan. Semua ada sekenari, ada rencana, rancangan, strategi khusus. Tentu saja tim khusus. Pasti!

Lalu apa yang harus dilakukan? Yaa selama masih percaya Tuhan, maka saya serahkan semua padaNya. Itu keputusan saya. Seperti kata Cak Nun, sebelum memilih ya berdoa dulu.

Itulah yang akan saya lakukan. Siapapun piilihan saya, jika nanti ternyata justru mengingkari apa yang dijanjikan, justru semakin banyak kekacauan yang terjadi, semoga Tuhan segera bertindak. Apa tindakan Tuhan, ya suka-suka Tuhan🙂

sudah ya, itu uneg-uneg saya saja, biar gak makin G4L4U😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: