Cerita tentang Komunitas BFM


Cerita Komunitas BFMBeberapa hari yang lalu salah satu teman di group whatsApp Komunitas BFM, kak Dita membagikan link blog nya, http://metiasdita.blogspot.com/2015/02/kami-kita-dan-niat-baik.html silakan klik untuk baca lebih lanjut.

Isi tulisan itu sungguh menggelitik, membuat jemari saya pun menuliskan tentang Komunitas BFM. Bagaimana perkenalan saya dengan teman-teman BFM dan menjadi bagian dari keluarga mereka.

2012 adalah tahun dimana saya pertama kali mengenal Komunitas BFM. Itupun diawali dengan ketidaksengajaan follow twitter mereka. Sepertinya saat itu saya lagi kepo di akun twitter teman kemudian “nemu” akun Komunitas BFM. Saya kepoin isi TL yang kurang update :p tapi membuat saya tertarik untuk follow mereka.

Kejutan datang, sekitar bulan April 2012 akun twitter BFM pun berkicau kalau mereka akan mengadakan voluntourism ke Bromo. Wew!! Bromo adalah salah satu lokasi yang ingin saya datangi sejak lama dan tetiba mereka berencana membuat kegiatan di sana.

Tanpa pikir panjang saya langsung mention admin minta follow back, yah karena saya kepingin nanya-nanya tapi lewat DM  dan langsung respon balik. Ya sudah percakapan singkat pun dimulai dan saya langsung daftar buat gabung. Membayar uang muka dan pelunasan sekitar seminggu sebelum perjalanan dilakukan.

Belum Kenal BFM
Saat itu saya sama sekali belum mengenal BFM. Karena belum kenal, saya pun mencoba mencari tahu melalui google tentu saja. Dan ternyata google belum bersahabat dengan Komunitas BFM karena sangat susah mencari tahu mengenai cerita tentang mereka, bahkan blog pribadi sekalipun. Seingat saya, akhirnya blog yang berkisah tentang mereka pun ketemu, sayangnya saya lupa alamat blog nya😀. Ketika membuka blog dan web (saat itu ada dua website dan blog di tumblr) tidak menjawab keingintahuan saya. Informasi mereka benar-benar kurang. Sayang sekali!

Akhirnya keingintahuan saya sebagian terjawab saat kegiatan voluntourism di Bromo. 17 – 20 Mei 2012 adalah waktu dimana saya bertemu dan kenal dengan teman-teman BFM. Saya pun bertemu dan banyak bertanya apa sebenarnya BFM dan sejak kapan berdiri. Ternyata mereka dibentuk sejak Juli 2010 dan diawali dari kegiatan KKN. Info lebih lanjut silakan intip di http://bookformountain.tumblr.com/about%20us

Inti kegiatan mereka adalah membangun perpustakaan di pelosok dan voluntourism adalah upaya mereka mengumpulkan dana untuk mendukung kegiatan utama mereka membangun perpustakaan. Voluntourism sendiri merupakan sebuah kegiatan yang menggabungkan wisata dan kegiatan sosial. Jadi biaya yang dibayarkan tidak hanya untuk membiayai perjalanan yang dilakukan tetapi juga untuk membantu mereka dalam membangun perpustakaan.

Komunikasi tetap terjalin
Usai voluntourism, komunikasi dengan teman-teman Komunitas BFM pun tetap terjalin. Yah, bisa jadi gegara saya terlalu “kepo” di akun group facebook mereka. Jadi setelah voluntourism di Bromo itu selesai mereka berencana membangun perpustakaan. Nah, info tentang recruitment volunteer ada di group fb dan belum diinformasikan melalui blog mereka. Saya dengan PD nya menuliskan di blog ini dan membagi link di group FB, padahal saya bukan anggota BFM😀

Saya pun dengan sukarela menjawab beberapa pertanyaan dari anggota group yang bertanya. Hanya karena gemes karena pertanyaan yang diajukan tidak segera dijawab teman-teman BFM. Yaa, saat itu saya gemes. Pasalnya komunitas itu benar-benar keren. Idenya luar biasa, tetapi belum banyak dikenal baik di dunia nyata maupun maya.

Saat itu ketika mencari informasi dengan mengetikkan “komunitas bfm” atau “book for mountain” di google benar-benar kesulitan karena tidak berada di posisi teratas. Bahkan blog mereka tidak langsung terdeteksi di posisi teratas. Padahal sudah hampir dua tahun berkiprah.

Jadi karena hal itu, saya dengan sukarela membantu mengenalkan BFM di dunia nyata maupun maya. Di dunia maya dengan membantu menuliskan informasi di blog. Sedangkan di dunia nyata saya pun dengan sukarela menceritakan kegiatan mereka ke teman-teman terdekat. Kebetulan salah satu teman saya saat itu ada yang menjadi wartawan salah satu media cetak di Jogja. Akhirnya dia tertarik untuk wawancara dengan mereka. Saya menjadi perantara. Dan sukses, informasi tentang Komunitas BFM pun dimuat di media tersebut.

Diajak Bergabung
Dan sepertinya gegara saya “kepo” membuat saya diajak bergabung bersama mereka. Padahal sebenarnya saat “kepo” itu benar-benar hanya ingin membantu bukan bergabung🙂

Namun, saya adalah orang yang sulit untuk menolak. Dan akhirnya saya bergabung tetapi niat saya saat itu hanya membantu mengenalkan BFM, membantu BFM lebih mudah dicari saat mengetikkan namanya di situs pencarian. Ada banyak alasan kenapa saya enggan bergabung. Salah satunya adalah sulitnya saya membagi waktu untuk beberapa hal.

Bisa ditebak saya kurang maksimal dalam membantu BFM. Kadang saya ikut kumpul, kadang tidak. Media sosial baik twitter maupun facebook beberapa kali update begitu pula dengan blog. Terkadang saya menuliskannya di beberapa situs dimana saya menjadi kontributornya.

Meskipun kurang maksimal setidaknya tujuan saya tercapai. Saat ini jika mengetikkan “komunitas bfm” atau “book for mountain” maka blog mereka berada di posisi teratas. Berita tentang mereka pun bisa ditemukan di Tempo Online, Radar Jogja, Sindo, Merapi, dan situs online lainnya. Selain itu banyak juga blog pribadi yang menuliskan tentang BFM termasuk blog para anggotanya maupun teman-teman yang sebelumnya bergabung menjadi volunteer saat voluntourism maupun kegiatan BFM lainnya sehingga menjadi semakin mudah menemukan BFM🙂

BFM kini
Saat ini hampir 5 tahun mereka berdiri, dan semakin banyak kegiatan yang dilakukan bahkan ada beberapa kegiatan yang ditambah atau dimodifikasi.  Perpustakaan yang dibangun semakin banyak, kegiatan lainnya juga dilakukan seperti voluntourism, sekolah berjalan, bedah perpustakaan, mengumpulkan buku, dan lainnya.

Kepengurusan pun otomatis berganti tetapi tidak sepenuhnya lepas dari pengurus lama. Pengurus baru memberikan informasi mengenai kegiatan atau program mereka dan pengurus lama pun bisa memberikan saran, masukan maupun kritikan.

Menuliskan BFM seperti tiada habisnya. Sulit untuk berhenti. Saya pun jadi bingung mau menuliskan yang mana😀

Voluntourism Bromo 2015
Yaaah, sebenarnya saya hanya ingin menginformasikan mengenai rencana kegiatan Komunitas BFM pada 3 hingga 5 April 2015 dimana mereka akan mengadakan kegiatan voluntourism ke Bromo (lagi). Info lebih lengkap di http://bookformountain.tumblr.com/post/111759957348/voluntourism-4-hello-bromo

Pertanyaan mengenai Komunitas BFM akan terjawab ketika bertemu dan mengikuti kegiatan mereka. Pertanyaan mengenai Komunitas BFM tidak akan terjawab hanya dengan membaca berita, pengalaman atau cerita yang ada di media sosial, blog, situs berita online dan lainnya. Pertanyaan itu akan terjawab ketika masuk dalam kegiatan mereka. Dan volunturism adalah jawabannya. Karena ini tidak sepenuhnya menjadi volunteer kegiatan sosial tetapi juga sekaligus wisata. Voluntourism ini tiada duanya. Penasaran!! segera gabung karena biasanya peminatnya sangat banyak jadi harus segera daftar. Setelah mengikuti salah satu kegiatan Komunitas BFM biasanya banyak yang jatuh cinta dan ingin lagi dan lagi gabung di project selanjutnya🙂

Aaah apa lagi ya yang mau dikisahkan #eeaa di tulisan ini, aaah mungkin lain kali yaa🙂 Ingat!! segera kepo di twitter mereka @Komunitas_BFM dan @vountourism_id, di blog bookformountain.tumblr.com dan jangan ragu untuk bertanya karena bisa dipastikan dan dijamin teman-teman BFM sangat ramah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: