Soto, Menu Sarapan Favorit Wong Jogja


soto banjarnegaraSaat berbicara tentang sarapan apa yang akan dibayangkan? Sarapan kontinental dimana menu sarapan terdiri dari secangkir teh, kopi, susu, cokelat atau minuman lain ditemani setangkup roti tawar diolesi mentega, selai atau meises. Atau justru membayangkan sarapan ala America dengan menu telur, roti dan potongan daging. Bisa juga sarapan tradisional dimana minuman hangat seperti teh atau kopi ditemani sepiring pisang goreng, ubi rebus atau goreng, gethuk, lemper, dan makanan tradisional lainnya. Sarapan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah makanan pagi hari, makanan pada pagi hari berasal dari kata sarap, menyarap yang berarti makan sesuatu pada pagi hari (sebagai alas perut terhindar dari sakit perut yang kosong).

Di Jogja ada semacam menu favorit untuk sarapan. Mungkin terlalu dini jika dikatakan sebagai menu sarapan favorit. Tetapi jika melihat aktifitas sarapan di Jogja maka anggapan ini tidak sepenuhnya salah. Adalah soto baik soto ayam ataupun soto daging sapi menu sarapan tersebut. Ada salah seorang teman yang mengatakan kalau pagi hari tidak menyantap soto seperti ada yang kurang. Alhasil ia pun sering berburu lokasi soto yang menurutnya enak di pagi hari. Meskipun sebenarnya menu ini pun bisa juga dinikmati di siang atau malam hari. Tetapi pagi-pagi nyoto semacam menjadi penyemangat aktifitas.

Saat ke Jogja mungkin bisa menyempatkan untuk sekedar jalan-jalan melewati warung soto atau sekedar memutari jalanan yang ada. Sudah bisa dipastikan dengan mudah menemukan menu soto. Warung soto permanen, warung soto hanya ada pagi hingga siang, warung soto portabel karena dijual menggunakan gerobak dengan memutari jalanan di komplek rumah warga. Soto ayam, soto sapi, soto kerang atau soto lenthok. Soto lenthok adalah menu soto ayam ditemani lenthok. Lenthok ini semacam perkedel tapi terbuat dari singkong. Saat dimasukkan dalam kuah soto akan ada perpaduan gurih khas singkong dan gurihnya kuah soto. Sedaap!

Rasa adalah selera. Rasa berkaitan erat dengan pengalaman lidah dan kebiasaan lidah. Setiap orang memiliki lokasi favorit dimana makanan tersebut terasa nikmat. Begitu pula soto yang ada di Jogja. Ada beberapa lokasi favorit menikmati soto yang ada di Jogja, tetapi ingat rasa adalah selera, belum tentu apa yang dituliskan sesuai dengan selera semua lidah orang yang menikmatinya. Tetapi tidak ada salahnya mencoba sebagai bagian dari pengalaman lidah yang selalu lapar mencoba setiap makanan.

Soto Kadipiro. Aaah, soto ini sudah cukup melegenda. Banyak cabangnya dimana-mana. Tetapi salah satu lokasi yang masih terlihat tradisional di Soto Kadipiro Jalan Wates. Menu soto ayam dengan kuah gurihnya. Dikatakan masih terlihat tradisional karena penggunaan kecapnya masih menggunakan kecap tradisional bukan kecap-kecap yang iklannya malang melintang di televisi, koran, majalah atau media lainnya. Kalender-kalender berbagai merek pun terpampang. Mengisyaratkan penghargaan kepada yang memberikan. Paling mudah menemukan lokasinya, hanya tinggal mengatakan pada tukang becak, sopir taksi atau mencarinya di aplikasi android pasti ketemu.

Soto Mendoan Abimanyu. Warung soto tenda yang bisa ditemukan Jalan Wahidin Sudirohusodo, tidak jauh dengan RS Betesda dan Kampus UKDW. Hanya buka di pagi hingga siang hari. Warung tenda ini menyediakan banyak pilihan soto. Tidak hanya soto ayam dan soto sapi tetapi ada juga soto kerang. Selain soto juga disediakan nasi kuning. Setiap memesan soto saat disajikan pasti ditemani dengan sepiring mendoan hangat. Mendoan yang masih fresh dari penggorengan. Berbeda dengan warung soto lainnya yang biasanya menyediakan gorengan sudah dingin dan tidak fresh. Tepat di seberang warung soto ini juga ada Warung Soto Lenthok tetapi saya lebih merekomendasikan Soto Mendoan Abimanyu ini, rasanya lebih nikmat tetapi sekali lagi rasa adalah selera🙂

Soto Banjarnegara Mandala Krida. Yups, di seputaran Stadion Mandala Krida, Jogja ada banyak pilihan menu sarapan tersedia. Hampir dipastikan selalu ramai. Nah, salah satunya warung tenda Soto Banjarnegara. Menu soto ini menggunakan lontong bukan nasi, kemudian sebagai toppingnya menggunakan irisan daun bawang. Di akhir penyajian ditaburkan kerupuk warna-warni. Mungkin tidak semua orang menyukainya karena rasa daun bawang mentah yang dikunyah akan memberikan sensasi berbeda. Tetapi perlu juga dicoba🙂

Aaah, kalau berbicara soto di Jogja tidak ada habisnya. Karena masih ada Soto Pak Marto Tamansari, Soto Pak Sholeh, Soto Bu Pudjo di Pasar Beringharjo, dan sebagainya. Belum lagi penjual soto keliling dan pinggir jalan lainnya yang juga tidak kalah nikmatnya. Seperti halnya angkringan menjamur di Jogja begitu pula dengan penjual soto. Kalau malam hari banyak angkringan maka di pagi hari banyak penjual soto. Bagi penggemar soto mungkin perlu melakukan wisata soto di Jogja karena tidak ada habisnya dan lokasinya tersebar dimana-mana😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: