Review Film The Firm (1993)


review film the firmSebelumnya saya pernah menuliskan tentang resensi novel The Firm karya John Grisham. Pada review tersebut saya memuji bagaimana detailnya Grisham menuliskan kinerja seorang pengacara dan kasusnya. Konflik yang dibangun juga menarik untuk diikuti. Saat itu, saya mengatakan belum menonton filmya alhasil belum bisa membandingkannya. Baru-baru ini saya menontonnya dan menurutnya saya film tersebut kurang bisa mewakili apa yang saya bayangkan. Benar, kita tidak bisa membandingkan novel dan film karena keduanya memberikan imajinasi yang berbeda kepada penikmatnya.

Hanya saja, dalam film menurut saya, tokoh Mitchell Y. McDeere terlihat kurang cerdas dan cekatan. Padahal dalam novel saya membayangkannya begitu sikap. Bukan berarti Tom Cruise tidak bisa memerankannya dengan baik namun sepertinya skenerio menginginkannya demikian. Dalam film terlihat McDeere kurang sigap, kurang waspada, dan terlihat lengah. Selain itu ada begitu banyak perubahan yang dilakukan dalam film.

Kelebihan kakaknya tidak diperlihatkan, bagaimana ia pandai berbagai bahasa. Kemudian peranan Tammy si sekretaris juga tidak seperti dalam novel. Sedangkan istri McDeere dalam film mengambil sebagian peran Tammy dalam novel.

Satu hal lagi yang mengejutkan, bagaimana salah satu rekan kerja McDeere yang bernama Avery memiliki ketertarikan terhadap istri McDeere bahkan sejak awal. Selain itu Avery juga memperlihatkan sisi baiknya kepada Abby melalui pengakuannya mengenai kejahatan firma hukum Bendini, Lambert and Locke.

Konflik pengejarannya kurang terlihat, semacam tidak ada klimaks. Belum lagi aksi McDeere yang kemudian menemui bos mafia, dengan mudah tanpa ada pengamanan. Bagaimana mungkin bos mafia di luar tidak ada seorang penjaga satu pun hanya seorang sekretaris. Atau mungkin sekretaris tersebut juga seorang pengawal? Kemudian kepala keamanan firma tersebut melakukan pengejaran sendiri hanya dibantu dua orang pengawal lainnya itupun seorang pengawal sudah mengalami luka di kakinya. Aaah, benar-benar tidak mewakili bahwa firma tersebut berbahaya. Jumlah pengamanan yang hanya sedikit. Bahaya firma hanya diperlihatkan melalui ancaman dari petinggi-petinggi firma saja.

Mengecewakan, tetapi lumayan. Mungkin jika dibuat dengan teknologi saat ini, film ini akan lebih menakjubkan😀 Eemm mungkinkan akan dibuat lagi? seperti tren saat ini dimana banyak film yang dibuat ulang. Aaah semoga saja😀 Jika sudah menonton film maka harus membaca novelnya, agar bisa melengkapi setiap pertanyaan yang muncul saat menonton filmnya. Jika sebelumnya sudah membaca novelnya emm boleh menonton film boleh juga tidak. Jika tidak ingin merusak imajinasi Anda saat membaca novel maka tidak perlu menonton. Tetapi jika penasaran dengan akting Tom Cruise maka kiranya perlu menonton film ini😀

*image by blu-ray.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: