Emansipasi dalam Pekerjaan Rumah Tangga


“Wanita yang memasak, mencuci, membersihkan rumah maupun melayani suaminya itu memang sudah kodratnya.”

Suatu malam saya saling mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp dengan salah satu teman masa SD. Awalnya percakapan yang kami lakukan masih bertanya seputar kabar maupun pekerjaan dan lokasi masing-masing. Hingga awalnya membicarakan beberapa teman seangkatan yang sudah menikah. Obrolan yang awalnya menyenangkan kemudian berubah menjadi semacam perdebatan.

Iya, saya tidak setuju dengan apa yang dia katakan mengenai perempuan yang melayani suami, sudah menjadi kodratnya. Bukan, bukan berarti saya tidak setuju dengan wanita yang melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun yang saya garis bawahi di sini adalah kata kodrat itu sendiri.

Kodrat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kekuasaan Tuhan, hukum alam, bersifat alami atau bawaan. Jika hal tersebut memang berdasarkan kekuasaan Tuhan berarti hal tersebut harus tercantum di kitab suci bukan? Dan hal tersebut tidak bisa diubah bukan? Sebagaimana mengalami menstruasi, hamil dan melahirkan. Sementara melaksanaan pekerjaan rumah tangga siapapun bisa, termasuk laki-laki yang nantinya menjadi suami. Berarti hal ini tidak bisa dikatakan sebagai kodrat.

Selama ini emansipasi selalu dikaitkan dengan hal-hal luar biasa, pekerjaan-pekerjaan besar di luar sana. Namun sebenarnya Pekerjaan Rumah (PR) emansipasi itu sendiri masih berkutat dalam rumah tangga itu sendiri.

Bagi saya, melayani suami atau pasangan adalah bagian dari cinta dan ini bisa dilakukan baik suami maupun istri. Ketika kita saling mencintai sudah tentu membantu pekerjaan satu sama lain bagian dari perhatian kita terhadap pasangan bukan? Dan hal itu yang perlu ditekankan sejak masih anak-anak. Jika pasangan suami istri masih menganggap bahwa pekerjaan rumah tangga adalah kodrat seorang perempuan maka hal tersebut akan terbawa oleh anak-anaknya. Bagaimana akan memulai emansipasi wanita dengan pengertian yang lebih luas jika emansipasi di dalam rumah tangga masih belum diakui.

2 responses

  1. ianku……like this yan,,,

    1. acuuuun ahahahahah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: