Category Archives: cerpen

(dipaksa) Bohong

Suatu pagi…

….Can you blow my whistle baby, whistle baby let me know…

tetiba Flo Rida di hapeku bernyanyi, begitu kuintip ternyata cucunya ibu kost yang memaksanya bernyanyi-nyanyi.

What!!! Cucu? Masih kecil? bukan.. bukan. Bahasanya emang cucu tapi dia anak kuliahan dan kebetulan dia yang diserahi tanggung jawab mengenai rumah dimana aku indekos. *Oke salah fokus

“Assalaamu’alaikum….” meski dengan bingung akhirnya aku angkat panggilan itu, apalagi aku emang belum bayar kost *eh :p

“Wa’alaikumsalam, mbak cowokku ke situ?” dengan tiba-tiba Tika, namanya memberondongku dengan pertanyaan yang membuatku melongo. Secara tiba-tiba dia nanya cowoknya ada atau enggak. Semacam aku kencan dengan cowoknya *eh :p

“Oh, enggak ada. Keknya dari tadi gak ada yang datang,”meski dengan bingung-bingung akhirnya aku jawab.

“Mbak, nanti kalau cowokku datang, bilang aja aku udah pergi dari tadi. Gitu ya.” tanpa penjelasan ini dan itu tiba-tiba memintaku untuk berbohong pada cowoknya.

“Aah, ooh, iya iya hahaha,” dengan bingung, dengan segudang pertanyaan akhirnya aku mengiyakan. “Pasti lagi berantem,” pikirku dalam hati. “Apa lagi coba hehehe,”

“Hehehe, makasih ya mbak. Gitu aja hehehe,”ujarnya sepertinya mampu menebak apa yang kupikirkan dari suara tawaku saat mengiyakan permintaannya. Kemudian perbincangan kami pun berhenti.

Mendadak aku mematung. Pagi-pagi tanpa tahu apa yang terjadi tetiba menjadi bagian pertengkaran sepasang kekasih. “Oooh, baiklah. Semoga cowoknya gak datang ke sini. Jadi aku gak perlu bohong.”harapku memohon.

Akhirnya aku matikan hapeku….

Cerita tentang Langit

Seperti biasa, usai makan malam, aku mencuci piring yang tadi kupakai. Selanjutnya aku bingung akkan melakukan apa. Di kamar tak ada televisi, komputer apalagi. Harta yang aku punya adalah mp4 biru yang kubeli dengan sisa uang beasiswaku. Aku enggan bergabung dengan teman-teman satu kost. Terkadang mereka hanya membicarakan masalah orang lain. Buatku itu bukan masalahku. Kecuali orang yang lagi bermasalah mengajakku untuk ngobrol, aku pasti dengan senang hati untuk mendengarnya.

Tetapi kalau mendengarkan mereka membicarakan masalah orang lain dan sok memberikan saran padahal orang yang bersangkutan tidak bersama mereka. Itu sangat menjengkelkan. Seperti melihat orang yang menyarankan untuk membuang sampah di tempatnya tetapi ia sendiri membuang bungkus permen ke lantai. Continue reading →