Category Archives: share

Sakit Flu Minggu Pertama Tahun Baru

Setelah curcol resolusi tahun baru, niat awalnya akan mencoba menulis setiap hari, tapi niat tinggallah niat *eeaa *gak heran haha 😀

Setelah pesta pora bakar-bakar ikan mengundang keluarga, teman dan tetangga sekitar. Tidak lupa mendengarkan tetangga rasan-rasan (menggunjing-red) tetangga lainnya. Bertemu bantal, guling dan selimut pun akhirnya terlelap.

Ah, pagi hari tak terlalu menarik, bersin-bersin dan kepala pening tidak lupa tenggorokan kering. Flu sepertinya salah alamat.

Ini sudah hari kedua sejak flu salah alamat.

Jahe hangat, perasan jeruk nipis dan madu sepertinya tidak terlalu berfungsi. Begitu pula Tolak Angin maupun dua kapsul jintan hitam. Ah sepertinya obat-obatan kimia diperlukan.

Menyedihkan. Padahal saya harus menyelesaikan sederet pekerjaan. Continue reading →

Advertisements

Selamat Tahun Baru 2018!!

Selamat Tahun Baru 2018!!

yah, alhamdulillah masih bisa melewati 2017 dengan sehat dan bahagia.

seingat saya, kalau tidak salah, saya jarang atau hampir tidak pernah memiliki resolusi karena setiap kali melewati tahun baru, yang saya pikirkan adalah oh, saya masih hidup dan menikmati malam tahun baru ini.

begitu pula tahun ini, yang saya katakan adalah Continue reading →

Antarkan Saja Aku Sampai Tujuan, Pak!



curcol ojek online“Antarkan saja aku sampai tujuan, Pak, jangan ajak ngobrol.” Ingin sekali rasanya mengatakan hal tersebut saat naik ojol (ojek online) – tentunya tidak mungkin. Terkadang aku hanya ingin menikmati perjalanan, melihat padatnya kendaraan atau lamanya lampu merah dan tahu-tahu aku sudah tiba di lokasi tujuan. Apalagi jika sedang banyak pikiran, ngobrol hanya akan membuat tidak nyaman. Continue reading →

Wisata di Pacitan? Tidak Cukup Sehari Menjelajahinya

0 km Pacitan [dok. pribadi]

Pacitan, sejak beberapa tahun terakhir memiliki julukan baru, Paradise of Java. Tidak heran karena memang banyak sekali tempat wisata yang mengandalkan keindahan alam yang ditawarkan.

Saya sendiri, lahir dan besar di Pacitan tepatnya di Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Dan meskipun saya berdarah Pacitan *eaaa tetapi jangan diminta untuk menjadi guide atau pemandu wisata Anda jika ingin mengelilingi kota 1001 Goa ini. Apa sebab? Karena saya sendiri belum pernah menjelajahi seluruh tempat wisata di Pacitan *minta ditonjok batu akik.

Satu hal yang pasti, jika ingin mengelilingi tempat-tempat wisata di Pacitan, sudah bisa dipastikan tidak cukup hanya sehari semalam. Apalagi bagi backpacker, saya sarankan untuk memetakan terlebih dahulu tempat-tempat wisata di Pacitan sehingga jalan-jalan yang dilakukan lebih maksimal. Ingat! Kualitas lebih penting daripada kuantitas, setidaknya ini menurut hemat saya *eaaa.

Budget atau biaya, perlu jadi pertimbangan kemudian waktu dan jarak. Jika hanya memiliki waktu liburan singkat dan ingin mengetahui sekilas tempat-tempat wisata di Pacitan cara paling mudah adalah menikmati suasana wisata di seputaran kota Pacitan. Atau buat daftar tempat-tempat wisata favorit di Pacitan, ini untuk mempermudah ketika memperkirakan waktu kunjungan. Atau yang paling mudah adalah mengunjungi tempat-tempat dengan lokasi yang berdekatan, mudah dan pasti memaksimalkan kunjungan. Misalnya beberapa tempat berikut ini : Continue reading →

Apa kabar?

Apa kabar? how are you? hahaha, iya iya saya sudah terlalu lama hibernasi (baca : malas ngeblog) :). Sudah berbulan-bulan tidak ngeblog di sini atau malah bertahun-tahun? #eeaa *lebay mode on 😀 Tidak ada alasan kenapa lama tidak ngeblog. Bukan bukan tidak ada ide, tetapi malas saja hahaha,

Belakangan saya lebih suka membaca, belakangan saya nyaman membaca e-book. Ada kenyamanan tersendiri, apalagi melalui e-book saya bisa memperoleh buku dengan mudah dan murah (baca : pirate book ataupun buku gratisan) 😀

Jadi, iya itu saja. Semoga setelah ini saya kembali rajin menulis. Mungkin menulis resensi buku, review film atau masakan terbaru menggunakan magic com baru saya? 😀 iya, tidak salah baca, magic com baru, karena magic com lama saya sudah lelah saya paksa untuk memasak macam-macam hahaha. *tetiba curcol

Sudah ya, sekarang pamit beneran 😀

Salam,

D

Bapak Meninggal….

Jum’at, 16 Januari 2015 bisa jadi tidak pernah terlupakan setiap detiknya karena di tanggal itulah sekitar pukul 17. 20 WIB menjelang maghrib bapak meninggal. Hingga dua minggu kepergian beliau, masih seperti tidak percaya.

Aku bersama bapak seperempat abad lebih, tetapi sebenarnya tidak selama itu. Pasalnya sejak SMP hingga kini aku tidak banyak di rumah. Alhasil sebenarnya tidak terlalu banyak waktu yang kuhabiskan bersama beliau, banyak hal dari bapak yang belum aku ketahui.

Apa saja makanan favorit bapak, selama ini bapak sudah pergi kemana saja, apa yang membuat bapak jatuh cinta dengan ibuk, mengapa dulu jadi guru, dimana saja bapak menempuh sekolahnya, dan banyak hal yang ingin, ingin dan ingin aku tahu.

Mengapa dulu tidak kutanyakan? Entah, mungkin aku merasa bapak tidak akan meninggal secepat itu. Mungkin bukan cepat tetapi memang sudah waktunya bapak pergi. Karena sebenarnya bapak sudah sekitar 82 tahun menjalani kehidupan ini. Ya, bapakku menikah dengan ibuku ketika berusia sekitar 40 tahun. Itu juga baru kuketahui ketika membantu ibuk mencari berkas untuk mengurus surat kematian bapak 😦 kemana aja aku selama ini, gak pernah tanya 😦

Banyak hal yang kusesali namun tetap saja penyesalan tidak akan ada habisnya. Bapak memang sudah saatnya bersamaNya.

Aku dulu tak pernah berfikir untuk ditinggalkan karena aku selalu berfikir untuk mati muda, alasannyaa sederhana karena aku tidak ingin ditinggalkan.

Sebelum bapak meninggal, aku sebenarnya sudah mempersiapkan diri karena dua malam sebelum beliau meninggal, beliau dirawat di ruang ICU sehingga sewaktu-waktu bisa saja dipanggilNya. Namun tetap saja, aku tidak bisa menahan air mata ini keluar, bahkan hingga kini, tidak jarang masih saja menangis, apalagi saat membacakan surat  Yasin untuk beliau.

Tetapi mungkin ini memang sudah waktunya. Rasulullah saja meninggal di usia 60 tahun, sedangkan bapakku di usia 82 tahun, artinya bapak sebenarnya telah memperoleh bonus 22 tahun.

Hanya aku yang mungkin kurang peka, kurang perhatian dengan beliau. Semoga jalannya dipermudah, selamat jalan bapak, maaf, terimakasih, dan aku sayang bapak.

Masjid Jami’ Abnais Sabil, Alarm Sholat Tepat Waktu

masjid jami' abnais sabilMasjid Jami’ Abnais Sabil, Alarm Sholat Tepat Waktu mungkin terdengar semacam berlebihan. Namun itulah kenyataannya. Beberapa hari yang lalu, saya memperoleh kesempatan untuk singgah di Banyuwangi. Sebuah wilayah bagian ujung dari Jawa Timur, sangat dekat dengan Bali yang dipisahkan oleh selat Bali.

Saya singgah di Banyuwangi setidaknya selama dua malam, karena ingin mengunjungi Taman Nasional Baluran di Situbondo dan ke Malang.

Saat di Banyuwangi saya bermalam di salah satu tempat kos yang letaknya di gang tepat sebelah Masjid Jami’ Abnais Sabil ini. Saat pertama kali melihatnya, saya langsung berfikir masjid ini sama saja dengan masjid lainnya. Setiap azan suaranya keras namun standar. Continue reading →

0 posting di bulan november 2014

Wew!!! beneran seriusan, bulan november 2014 ini benar-benar saya gak sempetin posting tulisan, video, atau satu paragraf tulisan apapun.

Tapi bulan november meskipun saya sama sekali tidak posting apapun, namun jumlah pengunjung blog justru lebih banyak dibanding bulan sebelumnya.

Terimakasih yang sudah nyasar di blog ini. Semoga tidak menyesal dan mau berkunjung kembali *ngarep 😀

Itu saja yang saya tulis *iki opo tho hehehe,