Tag Archives: kata-kata

Suci

Kata-kata dalam setiap rumpi, cerminan setiap hati yang merasa paling suci.
@diankp


edisi #puisimalam @nulisbuku tema #suci

Efek Tajamnya Kata-Kata

Lama saya tidak  bergelut dengan jejaring sosial baik facebook maupun twitter, alhasil saya tidak mengetahui ada berita apa di media sosial tersebut. Nah, belakangan saya membaca di portal online mengenai seorang mahasiswa yang ditangkap karena status yang dibuatnya di jejaring sosial saat sedang padat-padatnya  antrian BBM lalu.

Memang terlihat sepele ketika membuat kata-kata di jejaring sosial, namun siapa sangka dampaknya menjadi demikian. Jika ingin mengetahui secara pasti silakan searching saja mengenai kasus tersebut 🙂

Saya di sini tidak berhak mengomentari lebih lanjut. Namun hal ini semakin mengingatkan kita untuk selalu menjaga setiap ucapan. Karena terkadang maksud hati hanya ingin mengungkapkan kekesalan atau hanya ingin bercanda namun ternyata memberikan dampak yang berbeda bagi orang lain. Belum lagi ada UU ITE, pencemaran nama baik yang bisa digunakan untuk menjebloskan seseorang ke dalam penjara. Sudah banyak kasus terjadi mengenai hal tersebut.

Karena ucapan juga banyak program televisi yang diingatkan bahkan sampai dihentikan penayangannya. Karena kata-kata pula seseorang bisa dicibir dan dijauhi. Ya, kata-kata selalu lebih tajam dari pisau.

Semoga saya dan kita semua selalu lebih hati-hati dengan setiap ucapan. Semoga 🙂

Kata-kata selalu lebih tajam dari pisau

Kata-kata selalu lebih tajam dari pisau. Kata-kata dapat menyebar dan berakibat lebih cepat dari sekedar minum obat flu 🙂

Entahlah, saya selalu yakin akan hal itu. Tak jarang akibat dari kata-kata yang salah ataupun persepsi yang salah. Akibat dari kata-kata pula banyak anak-anak usia sekolah yang melakukan bunuh diri. Mungkin masih butuh penelitian utuk yang bagian bunuh diri itu tadi 🙂

Tapi mungkin ada beberapa hal yang bisa kita cermati atau mungkin kita ingat. Ingat?? Ya, ingat. Karena apa yang ingin katakan lebih kepada yang sering kita lakukan atau kita dapatkan.

Saya sendiri jujur bukan orang yang selalu berkata baik. Kata-kata sembarangan seringkali kita katakan. Bahkan mungkin hal itu dapat menyakiti hati orang lain. Makanya terkadang saya tidak suka melihat acara lawakan di televisi karena seringkali saya ikut sakit hati dengan kata-kata yang dikatakan para pelawak itu. Padahal bisa jd para pelawak itu gak ada yg sakit hati. Memang aneh aku ini hehehe,

Saya juga tidak suka melihat sinetron. Mengapa? Lebih-lebih di bagian yang teriak-teriak. Haduh …. Suka bener tho, yang bikin skenario ni nyebarin energi negative. Energi negative? Iya. Kata-kata kasar, jelek, dan merendahkan orang lain adalah kata-kata yang jelek. Kita harus bisa memotivasi diri kita untuk melawan kata-kata jelek itu.

Motivasi diri sendiri?? Yups. Jika tidak, jadinya malah depresi bahkan bunuh diri. Saya memang belum pernah melakukan penelitian. Tetapi lebih kepada pengalaman saya sendiri. Saya bukanlah orang yang selalu percaya diri alias PD, saya juga bukanlah orang yang selalu optimis.

Tetapi saya selalu merasakan ketika saya mendengar kata-kata kotor dan mematahkan semangat kemudian saya tidak berusaha melawannya, yang terjadi dengan cepat saya akan mudah tertular energi negative itu.

Sehingga yang bisa sering kita lakukan adalah mengatakan semangat dan bilang senyum ke semua orang. Entahlah. Menurutku kata-kata itu lebih baik daripada bilang aku lagi sebel sama si A, pengin nglabrak si B, atau si C itu ko’ gini y.. dan masih banyak lagi hehe,

Kata-kata adalah kunci. Dia adalah pintu awal suasana hati kita. Awal hari adalah pagi. Ketika pagi hari kita udah bilang bad mood, atau gak semangat, sepanjang hari mesti suasananya gak nyaman. Tapi jika kita awali dengan senang, nyaman, pasti lebih mudah, lebih banyak senyum dan lebih menghargai arti hidup:-)

Saya tahu tidak semua orang menyukai kata-kata motivasi, kata-kata sok bijak kalau menurut saya hehehehe,

Tapi kadang kita butuh kata-kata yang baik untuk memerangi kata-kata kurang baik yang lebih banyak mengelilingi kita baik dari diri kita sendiri maupun dari orang lain.

Entahlah. Saya selalu lebih suka bilang ‘awali harimu dengan bismillah, senyum dan juga ikhlas.’ Semoga saja itu membuat kita lebih menghargai hidup kita 🙂