Tag Archives: korupsi

Denny Indrayana : Mahasiswa juga harus Miliki Komitmen Pemberantasan Korupsi

Komitmen pemberantasan korupsi harus dilakukan oleh berbagai kalangan termasuk mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Denny Indrayana pada diskusi terbatas di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Senin (6/12) lalu.

Dalam penuturannya perlu komitmen pemberantasan korupsi dari berbagai kalangan. Tidak hanya pada lembaga Negara saja. Melainkan termasuk juga ada di kalangan mahasiswa. “Harapannya nanti ketika mahasiswa tersebut lulus upaya pemberantasan korupsi dapat terus dilakukan. Jadi, para sarjana hukum punya andil besar dalam mengupayakan pemberantasan korupsi,”ujarnya.

Menurutnya saat ini tidak sedikit orang-orang yang menangani kasus-kasus hukum dengan cara-cara koruptif dilakukan oleh para sarjana hukum.“Jika kasus korupsi dikatakan sebagai kejahatan luar biasa maka bisa dikatakan mengkorupsi kasus korupsi adalah kejahatan maha luar biasa. Sehingga perlu ditularkan virus antikorupsi dan anti mafia hukum di kalangan mahasiswa. Agar upaya pemberantasan korupsi tidak berhenti dan akan terus berlanjut,”tegasnya.

*berita terkait dan lebih lengkap klik di sini.*

Cermin Hippermoralitas Penegak Hukum

Kepergian Gayus Tambunan ke Bali kembali mengingatkan buruknya sistem penegakan hukum di Indonesia. Gayus bebas melancong ketika dia seharusnya mendekam di Rumah Tahanan Markas Komando (Rutan Mako) Brimob, Kelapa dua. Depok, Jawa Barat.

Kita tidak bisa membebankan semua persoalan itu kepada Gayus walaupun memang dia bersalah karena ‘melancong’ keluar dari tahanan. Namun sebenarnya dia tidak bisa keluar ketika si penjaga benar-benar menjaganya apapun yang terjadi. Akan tetapi seperti yang kita lihat si penjaga membiarkan Gayus ‘piknik’ sesuai kehendak hatinya.

Ini sudah merupakan bagian dari keruntuhan moral yang menjadi kabur dan simpang siur. Telah terjadi ketidapastian moral dari para penegak hukum dalam hal ini si penjaga rutan. Mengutip pendapatnya George Bataille di dalam bukunya Literature and Evil, bentuk hippermoralitas yaitu suatu keadaan yang terjadi karena ukuran moralitas yang ada tidak dapat dipegang atau dipercaya.

Hal ini bisa terjadi pada kasus-kasus tahanan kasus korupsi yang selalu mendapat keistimewaan di rutan mereka. Hal ini akan semakin mempertegas lemahnya hukum yang ada. Semakin mempertegas adanya hippermoralitas yang terjadi pada system hukum di Indonesia.

Kasus ini seharusnya dapat digunakan para penegak hukum untuk memperbaiki citra mereka. Ketika rakyat semakin tidak percaya dengan mereka bukan tidak mungkin akan muncul kekuatan rakyat yang tidak pernah terfikirkan sebbelumnya oleh pemerintah atau penguasa yang ada.

Ketika lembaga negara (termasuk para penegak hukum) sudah dianggap tidak legitimated dalam menentukan keadilan bagi rakyatnya, bisa saja yang terjadi adalah masyarakat yang akan cenderiung untuk menyelesaikan persoalannya sendiri. Bisa jadi yang justru bertambah adalah tindak kekerasan karena tiap orang ingin memperoleh keadilan yang diinginkan.

Ketika masyarakat merasa tidak mendapatkan keadilan mereka akan menganggap bahwa pemerintah atau siapapun itu telah mempermainkan keadilan yang seharusnya mereka peroleh. Untuk kasus ini, para penegak hukum harus semakin memperkuat internalnya. Pada kasus ini jelas-jelas Gayus dapat lolos berlibur ke Bali.

Siapa yang jadi sorotan? Tentu saja petugas rutan. Pencopotan petugas tersebut belum menyelesaikan masalah. Mengapa? Apakah hal tersebut sudah menjadi jaminan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi lagi? Kemudian bisa jadi sebelum ini sudah terjadi kasus serupa ketika para tahanan kasus korupsi yang ditahan di sana juga mendapat keistimewaan yang sama.

Masyarakat harus mendapat kejelasan dan kepastian. Ini terkait kredibilitas para penegak hukum dan cermin moralitas yang mereka anut.

Tulisan ini dimuat di Harian Jogja edisi Selasa, 23 November 2010